Fanfiction : Your Eyes
YOUR EYES
Title :
Your
Eyes
Author : Selvi A. Ahmad, Lana Yulia
Main Cast : Kim Yoora, Kai ‘Exo’
Support Cast : Suho ‘Exo’
Genre : Romance, sadness
Rate : PG 13+
AN : Cerita ini adalah inspirasi dari saya (Selvi) yang jenuh dengan kisah atau cerita cinta yang happy ending. Tanpa sengaja saya mengungkapkan
ide cerita ini ke partner saya Dhea, berhubung dia pandai dalam membayangkan sesuatu maka saya yakin ide saya ini bisa menjadi cerita. Akhirnya jadilah fanfiction perdana kami. Your Eyes. Maaf jika typo bertebaran dimana-mana.
Kami berharap ff ini bisa menghibur chingu-chingu
sekalian.
“Aku lahir menjadi seorang wanita
yang tidak tahu
apa
artinya sulit dan
kaku dalam mencintai,
sampai
aku memperoleh mata ini.”
Di senja yang cukup damai ini, terlihat seorang wanita cantik berambut panjang sedang duduk di kursi taman yang terletak ditengah bermacam bunga-bunga yang indah dipandang mata, wanita yang menggunakan dress
berwarna biru cerah itu terus memandangi setangkai bunga mawar putih yang
berada tepat
disampingnya, wajahnya
terlihat murung
seperti lelah menanti
kehadiran
seseorang,
berkali-kali ia menengok jam tangannya, namun tak ada perubahan apapun.
Yoora POV
Sampai kapan
ia akan
terus seperti
ini, membuatku menunggu, menunggu,
dan menunggu
lagi.
Perilakunya yang seperti ini membuatku meragukan cintanya. Aku telah banyak menunggu untuknya, namun
ia masih saja tak mengerti dengan
apa
yang aku rasakan, sudah hampir 2 jam aku disini, seperti orang bodoh yang tak punya apa-apa untuk dikerjakan, semua orang melihatku
dengan raut keheranan, ini semua ku lakukan
untuknya, ia membuat janji untuk bertemu denganku, setelah dua hari yang lalu ia
meninggalkanku untuk urusannya yang aku tak mengerti apa itu. Kai jangan buat aku seperti ini!. Bunga
ini, kau katakan bahwa aku harus membawanya
kesini, tapi lihatlah ini sudah layu karena letih menunggumu!
Author POV
Wanita tersebut bernama Kim Yoora, ia adalah
wanita yang cantik dan sabar, ia sangat mencintai
kekasihnya yang bernama Kai, mereka telah menjalin
hubungan selama 2 tahun, hubungan
mereka cukup berjalan baik, namun tak dapat dipungkiri masalah yang ada
dalam hubungan mereka juga cukup banyak.
Namun, hal tersebut masih bisa mereka atasi dengan kesabaran Yoora yang mengagumkan. Entah mengapa ia begitu sabar mengahadapi sosok laki-laki yang kadang
menyebalkan
itu, mungkin ini karena kai adalah cinta pertamanya, kai adalah orang yang telah mengubah dirinya menjadi lebih dewasa,
yang
mengajarkan apa itu cinta kepada seorang Yoora.
“Yoora-ya” seorang
namja memanggilnya.
Yoora terkejut dan merasa senang,
“apa yang kau lakukan disini, kembalilah kerumah” kata namja itu. Ekspresi Yoora berubah menjadi
datar
dan
murung, ia tadinya bahagia karena berpikir kalau yang memanggilnya
adalah namja chingunya,
namun yang dilihatnya hanyalah seorang pria yang selalu berhati lembut dan selalu melindungi yoora dimanapun yoora berada, iya.. dia adalah suho teman semasa kecilnya. Suho seperti malaikat untuknya.
ia senantiasa menjaga Yoora, dan tak pernah letih untuk selalu mendengarkan curahan hatinya.
“Aniyo oppa.. aku sedang menunggu seseorang disini” katanya murung.
“Kau menunggu kai lagi? Apa kau bodoh? Ini sudah hampir malam,
kaupun terlihat kedinginan, mengapa kau malah menghabiskan waktumu hanya untuk lelaki brengsek seperti itu?” bentak suho.
“Oppa.. geumanhe.. jebal,
nan gwaenchana jinjja” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
“Apa kau ingin aku hanya melihatmu membodohkan dirimu disini? Dia tidak akan datang Yoora -ya, dia tidak akan datang seperti yang ia lakukan padamu dulu, saat kau ditengah malam yang bersalju terus
menantinya di taman
ini, kau ingat? Ini bukan pertama atau kedua kalinya kau menunggunya
disini, ini
sudah kesekian kalinya dia memperlakukanmu seperti ini, dan
hari ini aku tak akan diam melihatmu seperti
ini, kau harus kembali pulang.” Dengan wajah penuh sayang.
“Oppa... aku sungguh tak mengerti mengapa
aku
begini, terkadang
aku
ingin berhenti menantinya, tapi
aku
tak bisa oppa, aku begitu mencintainya, ia sudah berjanji padaku untuk datang, aku tau ada hal yang
tak bisa ia tinggalkan disana, ku mohon oppa mengertilah denganku.”
Gadis itu menangis dengan tersedu-sedu mendengar perkataan suho yang begitu menyayat hatinya, ia sadar betul apa yang dimaksudkan oleh namja itu, tetapi hati kecilnya benar-benar tak bisa berhenti untuk menanti kekasih pujaannya itu, suho akhirnya merangkul dan memeluk yoora, ia tenggelam dalam
pelukan hangat namja yang begitu menyayanginya, suho meminta maaf atas perkataanya yang telah
menyakiti hati Yoora, dan akhirnya suho bisa membujuk Yoora untuk kembali ke rumahnya.
Sesampainya dirumah Yoora merebahkan tubuhnya diatas ranjang, ia benar-benar kelelahan, merasa
lelah hati dan lelah fisik. Beberapa menit setelah perasaanya sedikit tenang, tiba-tiba handphone Yoora
berdering.
nggg... nggg..nggg....
Yoora melihat LCD handphonenya, tertulis “Baby dear memanggil”..
Ah Yoora membuang handphonenya kebawah bantalnya, ia merasa terganggu oleh suara panggilan yang tak pernah berhenti itu.
“Maafkan
aku
Kai, aku hanya ingin kau tahu bagaimana rasanya diberi harapan palsu, aku ingin kau merasakan
apa
yang aku rasakan setidaknya kali ini saja” (sambil melihat handphonenya dengan wajah sinis). Kemudian Yoora berinisiatif memutar musik sekuat-kuatnya
agar suara handphonenya itu tak
terdengar oleh gendang telinganya. Namun, tetap saja
Yoora merasakan dilema yang mendalam, ia
tidak ingin melakukan hal ini pada Kekasihnya, tetapi disatu sisi ia ingin membalaskan dendamnya kepada kai
walaupun hanya sedikit. Alhasil...
Suara dari panggilan
tersebut akhirnya berhenti. Yoora menatap
kembali handphonenya ‘15 kali
panggilan tak terjawab’. “Bagaimana rasanya Kai?” (dengan raut wajah sinis).
Belum genap beberapa menit setelah handphonenya berhenti berdering,
Terdengar suara bunyi bel dari dalam rumahnya, namun Yoora tak memperdulikannya,
tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar Yoora, “Nona muda,
pangeran anda sudah datang dan dia berada diruang tamu” ujar bibi kim menggoda. Sontak
Yoora terperanjat dari ranjang tidurnya “Mwo? Bibi
tolong katakan bahwa aku sedang tidur, tolong ya bi..” dengan wajah memelas.
“Tapi non....” belum sempat bibi menyelesaikan perkataanya, Yoora memperlihatkan
ekspresi murung yang sangat ditakuti bibi kim, spontan saja bibi kim menuruti keinginan nona mudanya itu.
Lalu, terdengar lagi suara ketukan pintu dari kamarnya...
Yoorapun hendak membuka pintu kamarnya sambil berceletoh “Bibi kim, aku kan sudah bilang tolong suruh Kai pulang saja, aku tidak ingin...” Perkataan Kai
terhenti karena Kai berada tepat didepannya.
Yoora mendengus..
“Kau
tidak ingin apa, periku?” goda kai, namun tak
berhasil.
“Apa yang
kau lakukan
disini,
aku ingin istirahat
kai,
kembalilah” dengan wajah datar dan
hendak menutup pintu kamar, tetapi segera ditahan Kai.
“Mianhae... jagiya....” tutur kai dengan wajah bersalah.
“Kembalilah kai... “ ujar Yoora dengan wajah kesal.
“Aku ingin membawamu kesuatu tempat” Ucap kai dengan wajah
serius.
“aku sedang tidak mood hari ini, kai” terlihat gurat wajah lelah dari Yoora. “Jebal chagiya... aku mohon ikutlah denganku...” kai dengan ekspresi memohon.
Ah Yoora tak tahan melihat kekasihnya menjadi begitu menyedihkan seperti ini, ia pun menyetujuinya...
Namun, ditengah
perjalanan... suasana menjadi begitu dingin,
Yoora
yang biasanya paling banyak bicara, tak mengeluarkan
satu
kata pun walau hanya untuk berdehem. Dan kai tak mampu berada dalam suasana seperti ini.
Kai : “Mianhae jagiya... jebal mianhae...” menatap Yoora dengan wajah sedih. Namun, Yoora m alah
memalingkan wajahnya ke kaca dan menatap kosong pemandang diluar mobil.
Kai : “Yoora-ya maaf sudah membuatmu menunggu..” sambungnya lagi.
Yoora :
“Bukan itu yang ku permasalahkan
oppa, yang
aku permasalahkan
adalah
kau tak menghubungiku sekalipun, sesibuk
itukah kau? Sesulit
itukah
hanya mengambil handphone lalu
memberitahuku jika
kau
tak
bisa datang, juga jika kau
tak
punya
waktu bicara,
tak
bisakah
kau mengirimkan pesan saja, jika kau tak juga mampu melakukannya, mintalah tolong pada orang lain...” Yoora
terhenti berbicara, ia menatap Kai yang begitu merasa bersalah, apa yang ia katakan ini hanyalah bagian kecil dari perasaanya yang terpendam, ia ingin meluapkan
semuanya, namun ia tak mampu melanjutkan perkataanya ketika menatap mata kekasihnya itu.
Kai hanya mampu memandangi Yoora yang benar-benar terlihat kesal, ia tahu benar perasaan Yoora
saat
ini.
Kai : “aku tahu aku salah Yoora, aku janji takkan mengulanginya dan membuatmu menungg u seperti tadi..” tuturnya menyesal.
Yoora : “Tepati janjimu oppa, dan fokuslah untuk menyetir ..” Yoora perlahan
mulai
tenang walaupun perasaan kesalnya belum sepenuhnya hilang.
Suasana perdebatan sepasang kekasih itu itu tak bertahan
lama,
karena mobil mereka telah sampai ditempat tujuan, tiba-tiba Kai menarik tangan Yoora ke sudut jalan. “Apa yang akan kau lakukan, oppa?” tanya Yoora dengan wajah datar. “Tutuplah
matamu sejenak jagiya..” pinta Kai. Walaupun Yoora
masih
sedikit dingin, ia
tetap
menuruti
permintaan Kekasihnya itu.
Kai menggirng
Yoora beberapa langkah. “Bukalah matamu jagiya..” Yoora membuka matanya dengan pelan, Ia terkesima dan tercengang seolah tak percaya melihatnya. Beberapa langkah dari tempat
Yoora berdiri, terdapat jalan yang dikelilingi lilin yang bekerlap-kerlip, diujung jalan kecil ini terdapat meja yang dihiasi pernak-pernik yang berkilauan bak mutiara. Ini adalah
taman
tempat ia menghabiskan waktunya untuk menunggu Kai, ia tak percaya
dibalik sikap cuek Kai tersimpan sisi romantisnya pula. Kai menggenggam tangan Yoora
yang terlihat bahagia, seolah kekesalannya pudar tak berbekas. Mereka berdua menikmati makan malam di taman tempat mereka pertama bertemu, jadian dan merasakan
banyak hal. Ditempat itu pula Kai
memberikan cincin permata yang begitu indah kepada Yoora, terlihat raut bahagia di wajah
Yoora.
“Apakah ada tempat lain yang ingin kau datangi Periku?” tanya Kai sambil tersenyum manis kepada Yoora.
“Ada oppa!” jawab Yoora antusias.
“Dimana?” tanya Kai penasaran.
“Ketempat karaoke” jawabnya semangat. “Mwo? Wae?” tanya Kai heran.
“Aku ingin oppa menyanyikan lagu romantis untukku” jawabnya sambil menatap dalam kai. “baiklah..” kai
menyetujui keinginan Yoora.
Sebenarnya Kai
tak
terlalu baik dalam menyanyi,
hanya saja
demi kekasihnya itu ia rela melakukannya.
Mereka menghabiskan malam berdua seolah dunia hanya milik mereka berdua...
Lalu dilanjutkan dengan perjalanan menuju tempat karaoke. Sesampainya
disana tak terlihat satupun
orang, mungkin karena tempat ini
sudah tahu
bahwa akan datang
sepasang kekasih yang
tak
mau diganggu oleh siapapun
itu.
Mereka memesan ruangan yang berada berdampingan dengan dua ruangan
lain. Ruangan karaoke
tersebut sangatlah nyaman, kedap suara, dan jika menginginkan apapun hanya
tinggal menelepon saja. Begitu lengkap seperti sedang berada dalam hotel. Kai tak membuang waktu
yang ia miliki, ia langsung memutar lagu untuk kekasih tercintanya itu, ia berdiri dihadapan Yoora yang
sedang duduk dalam posisi nyaman sambil memandang Kai
tanpa jemu. Kai memulai..
Mianhae mianhae hajima
Naega chorahahaejijanha
Ppalgan yeppeun ipsullo
Eoseo nareul jugigo ga
Naneun gwaenchana... (Taeyang - Eyes, nose, lips)
Kai sukses menyanyikannya. Yoora tampak terharu dan terbawa suasana. Gadis polos itu tak mampu berkata dan hanya bisa menatap bahagia melihat Kai, ia tak akan pernah melepaskan Kai, terkecuali
untuk satu hal, ia bisa melakukan hal itu hanya untuk satu alasan agar kekasihnya bahagia. Dan sekarang
adalah waktu untuk Yoora mempersembahkan
lagu buat kekasih pujaannya itu. Yoora mendendangkan
lagu milik sistar “give it to me” dengan gerakan
yang unik, lucu, dan sedikit aneh, haha begitulah Yoora. Kai hanya tertawa melihat Yoora yang begitu cerianya menyanyi. Setelah dipertengahan lagu yang sedang dinyanyikan
Yoora, Kai terlihat mengambil handphone dan sedang menulis sesuatu. Beberapa menit kemudian
salah satu pegawai datang mengantar minuman. Sementara Yoora sedang asyik
bernyanyi, tak ada satupun dari mereka berdua yang sadar kalau Kai telah menghabiskan sebotol soju yang dipesan sendiri olehnya. Tiba-tiba Yoora menghentikan nyanyiannya, ia menahan Kai agar tidak menghabiskan sebotol soju lagi.
“Kai, berhentilah. Kau sudah menghabiskan sebotol soju!” pinta Yoora yang memegang bahu Kai.
“Aniyo, chagiya. Aku tidak mabuk. Suara kamu begitu indah tadi,
terimakasih kau sudah mau bernyanyi untukku. Maafkan aku juga aku sudah membuatmu gelisah.” Dengan nada setengah sadar. Walaupun Kai mencoba untuk meyakinkan Yoora bahwa ia tak mabuk, tetapi dilihat sekilas saja Kai benar-benar
sedang mabuk.
“Ne oppa... aku sudah tak mengingat semua itu. Terimakasih juga kau sudah mau menyanyikan lagu romantis untukku.. dan berhentilah untuk minum” kata Yoora sambil menatap Kai dalam-dalam.
Mata mereka berdua saling bertemu, saling memandang, dan mengungkapkan perasaan mere ka yang lewat mata. Lama mereka saling bertatap, Kai mendekatkan wajahnya ke wajah Yoora yang sukses
membuatnya kaku dan beku, perlahan wajah Kai semakin mendekat ke wajah Yoora, Yoora menutup matanya perlahan pertanda ia
tahu apa
yang akan dilakukan kai dan ia
siap
untuk
itu. Namja
itu menyentuh kepala Yoora, ia menyatukan
bibirnya ke bibir Yoora, gadis yang telah cinta mati kepada
namja
yang sedang menciumnya ini hanya terdiam, barulah beberapa detik kemudian gadis itu
membalasnya apa yang dilakukan
kekasihnya itu padanya, Kai terlihat semakin panas ia terus mencium Yoora dengan sensasi yang kian meningkat, suasana kai sungguh semakin panas ia tak menyadari ia
telah menggerayangi beberapa bagian tubuh sensitif milik gadisnya itu seolah ingin melakukan
adegan yang diluar batas , Yoora bangun dan mendorong tubuh Kai sontak Yoora langsung menamparnya.
“Apa yang hendak kau lakukan oppa? Kau hendak melakukan itu padaku? Aku tak percaya kau hampir melakukan ini padaku, apa kau tahu akibatnya jika kita meneruskannya. Oppa? Kau benar -benar diluar
batas! Nappeun namja shikkeuya!!” Yoora menghardik Kai denga n pipi yang basah dengan air mata, lalu
pergi berlari meninggalkan tempat karaoke itu.
Yoora POV
Aku tak menyangka adegan itu akan sampai disitu. Bagaimana mungkin kai tega mau menodai kesucianku. Aku akan bersabar dan memaafkan
kesalahannya sekalipun yang diperbuatnya sungguh
menyiksa diriku, tetapi aku tak akan pernah memaafkan
orang yang menodai kesucianku tanpa seijinku.
Mengapa kai? Mengapa kau lakukan ini padaku.....
Yoora POV end
Author POV
Yoora berlari meninggalkan tempat kai berada. Kai hanya
terdiam dan
mencoba menyadarkan dirinya, ia
mencoba menjawab pertanyaan mengapa ia melakukan ini, Yoora adalah wanita baik -baik, wanita yang sungguh penyabar dan juga pandai memaafkan, tapi ia masih tidak mengerti mengapa ia melakukan ini pada wanitanya itu. kemudian, Ia terhenyak dan matanya langsung tertuju
pada botol soju yang telah ia
habiskan itu, kai mengambil dan melemparkannya, ia menghempaskan
botol soju yang telah menodai kesucian cintanya itu kedinding, “Yoora pasti tak akan memaafkannya” pikirnya dengan raut penuh
sejuta penyesalan. Namun kai tak akan membiarkan itu, ia berlari mengejar Yoora, namun sosok Yoora tak
ditemuinya,
ia berlari, berlari dan terus berlari tanpa tujuan, yang ada dalam pikirannya hanya harus menemukan Yoora, kai berkeliling mengunjungi taman yang masih terhias bekas dinner mereka beberapa
jam yang lalu, namun tak ada siapapun disana. Kai pergi mencari Yoora dirumahnya, namun rumahnya sangat
sepi seperti
tak ada
satupun
makhluk
bernyawa disitu.
Malam
hampir
berakhir,
jam
telah
menunjukkan pukul 03.00 pagi tetapi ia tak mampu untuk menemukan kekasihnya itu, Kai putus asa,
Yoora menghilang tanpa jejak.
Flashback
Beberapa jam sesudah adegan yang membawa petaka itu.
Seorang gadis terlihat sedang lari terbirit-birit seperti seseorang sedang mengejarnya, matanya sembab seperti dua hari menangis tanpa henti, malam ini jalanan tak begitu padat, namun ada beberapa mobil yang terus melintas, gadis itu berjalan dengan tubuh yang agak goyah, ia mengambil handphonenya dalam keadaan berlari
terbirit-birit
ia hendak menelpon seseorang, tragis sebelum ia
melakukan itu sebuah mobil melaju dari arah yang berlawanan, gadis itu terhempas dan tergeletak tak berdaya diatas
puing-puing kaca mobil. Pemilik mobil itu terlihat shock, dan langsung menelepon
ambulans lalu
mengantarkan gadis itu ke rumah sakit.
Flashback OFF
Ttttt.... ttt.......
“Yobseyo?”
“ne.. yobseyo... kau sedang dimana yoora, aku mencarimu..”
“maaf ini bukan Yoora, ini dari rumah sakit seoul. Kami ingin memberitahukan bahwa saudari Yoora mengalami kecelakaan...”
Namja yang memiliki lesung pipit yang indah itu terlihat shock. Ia melepaskan
handphone dari genggamannya. Tak butuh waktu lama, ia menyalakan mobil dan bergegas ke rumah sakit.
Sesampainya disana, ia melihat yeoja kesayangannya itu terbaring tak sadarkan
diri, ia mencoba
mendekat, namja itu tak percaya yeoja yang disayanginya terbujur tak berdaya. Baru beberapa jam
yang lalu yeoja ini begitu ceria dengan tawanya yang khas yang menjadi ramuan penambah semangatnya
untuk hidup ini mengiriminya pesan bahwa ia sedang kencan dengan kekasihnya, tetapi apa yang terjadi
sekarang, siapa yang dilihatnya ini? Ia terus memandangi yeoja ini dengan air mata yang jatuh tanpa sepengatahuannya. Dan pada saat itu datanglah seorang dokter yang menanyakan
apakah namja itu walinya, setelah ia mengiyakan
perawat meminta ia menemui dokter diruangannya karena ada yang ingin disampaikan oleh dokter padanya.
Namja itu menemui dokter diruangannya, dokter sedang duduk sambil melihat sesuatu seperti hasil rontgen,
“Apakah kau wali dari
nona Kim Yoora?” tanya dokter itu. “iya dok saya walinya.” Jawab Suho.
“Ini hasil rontgen dari saudari Kim Yoora, tak ada yang parah disekitar kepala atau badannya. Tapi
sayang sekali, ada kelainan
di syaraf matanya, yang membuat ia tidak bisa melihat lagi.” Kata dokter
dengan penuh penjelasan.
“aa....paa... dok? Yoora buta dok?” tanya Suho tak percaya.
“Iya saudari Yoora kehilangan penglihatannya.” Tutur dokter itu meyakinkan Suho. Suho terhenyak, ia terdiam dan tak percaya.
“Saudara Suho...” dokter itu mencoba menyadarkannya.
“Apakah ia bisa melihat lagi dok?”
“Bisa dengan jalan operasi, tapi kita harus menunggu donor sedikit lebih lama,
karena bank donor mata sedang dalam kesulitan mencari pendonor sekarang.”
“Baiklah.. terimakasih atas pemberitahuannya dok”
Suho berjalan keluar dengan perasaan yang begitu gelisah dan bercampur aduk, ia takkan mampu
melihat Yoora terbangun tanpa penglihatannya. Yoora pasti tak akan menerima kenyataan ini. Suho berjalan menuju ruangan Yoora, ia duduk disamping yeoja itu, ia terus memandanginya dan membelai rambut yeoja itu. Tangan Yoora bergerak, sepertinya ia akan segera sadar Suho bergegas menekan
tombol disamping kirinya, untuk memanggil dokter. Dokter bergegas memeriksa keadaan Yoora, Yoora terus memanggil nama Kai, ia seolah belum menyadari apa yang barusan terjadi padanya.
“Yoora-ya ini aku, Suho” ia memanggil Yoora dengan mata berkaca-kaca.
“Oppa... aku dimana? Aku tak bisa melihat kau oppa? Mengapa begitu gelap disini oppa?”
“Yoora-ya, oppa disampingmu. Kau jangan takut ya, aku tak akan pernah meninggalkanmu.” Tutur suho
dengan penuh kesedihan.
“Oppa apa yang terjadi padaku?” lagi, Yoora masih tak mengerti apa yang tekah menimpanya. “Yoora-ya...”
“Oppa, apa mengapa aku tidak bisa melihat? Oppa disini begitu gelap aku takut oppa..” dengan nada ketakutan.
Suho menggenggam tangan Yoora erat-erat. “Oppa....”
“Yoora-ya bersabarlah sedikit lebih lama, aku akan mencari pendonor mata untukmu.”
“Oppa... jangan bilang aku buta oppa?” tanya Yoora dengan wajah kebingungan.
Suho tak menjawab.
Yoora semakin melunjak. Ia berteriak tak percaya ia telah kehilangan matanya. Suho mencoba menenangkannya dengan matanya, tetapi Yoora terus memaki dirinya sendiri, membuat suho semakin sedih melihatnya, air mata Suho jatuh sama seperti air mata Yoora yang kian mengalir membasahi hatinya yang berduka. Betapa nestapanya ia, telah kehilangan kekasih yang sangat dicintainya, dan kehilangan kesempatan memandangi matahari yang cerah dipagi hari. Hanya kegelapan
yang menyelimutinya,
dibalik jendela kamar rumah sakit ia terduduk
diam
seperti manusia tanpa raga.
Suho begitu terpukul melihat keadaan Yoora yang tak melakukan
apa-apa. Ia yang dulunya ceria,
banyak mengundang tawa untuk namja
yang setia
menemaninya itu, se karang
Yoora
yang dulu
itu
seperti hilang tanpa bekas. Hanya tubuhnya yang berada disini, tetapi raganya menghilang seperti
hilangnya penglihatannya.
Sementara itu seorang laki-laki yang kehilangan wanitanya karena kesalahannya, juga sedang melamun
disebuah taman. Kai benar-benar putus asa dan tak mampu menemukan kekasih tercintanya itu. Kai
terus menghardik dirinya sendiri karena melakukan hal keji itu, tapi sungguh jauh dilubuk hatinya yang paling dalam tak ada secuilpun niat untuk melakukan itu apalagi pada kekasihnya. Kai benar-benar
terlihat begitu menyedihkan.
Kai pun bangun dari duduknya, dan ketika ia hendak berjalan pulang kerumah ia bertemu dengan Suho,
dan
langsung menghampiri Suho yang sedang membawa obat
yang
dibungkus dengan plastik.
“Suho. Kau tahu dimana Yoora kan? Ku
mohon beritahukan aku dimana ia berada. Ku
mohon suho kau
pasti tahu tempatnya berada kan?”
Suho kaget dan memandang tajam ke wajah Kai.
“Kau tak usah mencarinya. Karena kau hidupnya begitu menderita sekarang.” Kata suho dengan
mengecam kai.
“Apa maksudmu? Dimana dia berada sekarang? Dia baik-baik saja kan?” kai terus mendesak Suho.
“Aku sudah katakan
tak perlu kau mencarinya lagi, kau sudah banyak membuat dia menderita,
tersiksa, dan sekarang hidupnya sudah tak berarti lagi. laki-laki berengsek sepertimu itu tidak pantas bersamanya. Suho menjatuhkan kantong plastic yang dipegangnya, dan menarik kerah baju kai dengan emosi yang tak terkontrol. Walaupun begitu dia tidak lupa bahwa ia sudah berjanji pada Yoora untuk tak
memberitahukan siapapun tentang kondisi sahabat yang sangat di cintainya itu. Kai tertunduk lemas, apa yang didengarnya begitu menghujam batinnya. Apakah Yoora sedang sakit ? tapi sakit apa ?. Perasaan bersalahnya memuncak
menjadi berlipat-lipat lebih banyak dari sebelumnya, ia begitu shock
dengan apa yang barusan dikatakan
Suho. Ia hanya terdiam tanpa sepatah katapun mampu membalas hardikan Suho, bukan karena ia kehabisan kata-kata, tetapi karena yang dikatakan Suho semuanya
benar, dia hampir saja menodai kesucian kekasihnya itu. tak ada
yang
salah dari apa yang dikatakan laki- laki berkulit putih itu.
Suho meninggalkan Kai yang berdiri kaku menahan perasaanya yang bergejolak, dan setelah beberapa langkah suho menjauh, Kai mengikuti Suho,
ia
berharap dapat bertemu dengan yeoja yang malang itu.
Akhirnya Suho sampai di rumah sakit, tanpa sepengetahuannya Kai mengikutinya dibelakang. Ketika Suho keluar
dari ruangan
itu
Kai kemudian masuk kedalam ruangan tersebut, dihadapannya ada Yoora
yang sangat dicintainya sedang terbaring lemah.kai hanya bisa tertunduk sedih melihat yeojanya seperti
itu.
“ Oppa ? apakah itu kau ?
tanya
yoora dengan suara lemah
“ Hmm.. Oppa bisakah kah kau mengambilkan ku air ? tanyanya lagi
Karena tak ada jawaban yeoja itupun berdiri dan mengambil tongkat kecil di sampingnya kemudian
berjalan
mengambil airnya sendiri. Kai hanya terdiam tak mampu berkata apa-apa dia sangat shock
dengan
apa yang dilihatnya sekarang
ini. Bagaimana ini bisa terjadi ? sebenarnya apa yang
telah dialami Yoora sehingga dia seperti ini . benar kata suho, dia adalah
pria yang berengsek, apa yang telah dia
lakukan ? dia hampir saja menodai yoora dan sekarang dia telah merenggut penglihatannya, kai teringat
perkataan suho tadi . sekarang dia baru menyadari apa yang sebenarnya telah dia renggut dari yeoja
itu.
“ Maafkan aku yoora~ah… aku memang tidak pantas bertemu denganmu “ katanya
lirih sambil keluar dari
ruangan itu, dia benar-benar tidak pantas berada di
tempat itu.
Saat akan memasuki ruangan, suho menyadari ada seseorang yang berada didalamnya. Di dapatinya
kai
baru saja keluar dari ruangan itu . kai hanya tertunduk dengan mata berkaca-kaca saat melewati suho yang menatapnya dengan tajam
“Apa yang kau lakukan disini?” Ucap suho dengan wajah kesal. Kai tak sanggup menjawabnya dia
terdiam tak mampu bersuara. Tidak, dia memang tak pantas menjawab apapun.
“aku tak percaya kau mampu menunjukkan dirimu padanya setelah kejadian itu ! Kau sudah melihatnya ha ? itu semua karena kau, Karena laki-laki brengsek seperti kau ! ia kehilangan kesempatan
untuk
memandangi indahnya dunia, karena kau ia kehilangan penglihatannya. Salah satu bagian yang terindah
dari dirinya, musnah karena laki-laki biadab sepertimu” bentak suho dengan nada emosi.
Yeoja yang sedang terbaring itu, bangun dari lamunannya,
ia mendengar keributan
diluar dan ia tahu benar pasti disitu ada Kai. Ia berjalan menuruni ranjang tidurnya, dengan bantuan tongkat kecil ia
berjalan menuju pintu, dia mendengarnya, dia mendengar semua yang dikatakan suho pada kai. Biasanya
dia
akan marah jika suho menjelek- jelekan kai di hadapannya tapi kali ini tidak. Kata-kata yang dikeluarkan suho memang menyakitkan tapi dia sepenuhnya tidak salah, Karena kai me mang pantas menerimanya. Dia memandang cincin yang sampai sekarang masih berada di jari manisnya entah kenapa dia masih tak rela untuk melepaskannya
. akhirnya cincin itu keluar dari jari pemiliknya ya, Yoora
melepaskannya
dia kemudian menuju kearah pintu dia meraih tangan suho dan memberikan
cincin itu padanya “ Oppa .. bisakah kau berikan ini pada kai “ ucap yeoja itu dengan mulut gemetar dia hanya bisa menggigit bibirnya menahan airmatanya yang hampir tak bisa dibendungnya lagi saat suho
memberikan cincin itu pada kai.
“ Yoora mengembalikan
ini padamu, kurasa kau sudah mengerti artinya . pergilah dari sini kai ! aku tak ingin yoora semakin menderita karena keberadaanmu disini ! .
Kai mengangkat wajahnya , ia memandang Suho seolah ingin meminta sesuatu.
“Suho, aku sangat mempercayaimu.
Dan aku tahu Yoora juga sangat mempercayaimu. Dan katakana padanya aku sangat menyesal dengan apa yang telah aku lakukan aku tahu aku memang tak pantas
meminta maaf padanya tapi Aku mohon bisakah kau membantuku untuk yang terakhir kali. Kumohon jaga Yoora untukku. ” Kata kai dengan memegang bahu Suho.
“Apa maksudmu Kai, tanpa kau suruh pun aku akan menjaganya.” Tutur suho dengan menatap Kai.
Kai
beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.
Melihat kai pergi dengan cara seperti itu akhirnya air mata yang selama ini bisa di tahannya akhirnya tumpah. Dia tidak ingin kai berada disini dan melihat keadaannya yang sangat menyedihkan ini, tapi tak
bisa di pungkiri hatinya masih sangat mencintai kai, namja yang telah membuatnya menjadi seperti ini. Sangat menyedihkan.
“ Maafkan aku Oppa… aku tidak bisa memaafkanmu
“ ucapnya penuh isak. Suho mencoba meredakan emosinya yang meledak-ledak tadi dia masuk ke dalam dan melihat yoora yang yang sedang menangis
dengan mata yang sembab. Diraihnya bahu yeoja itu dan memeluknya membiarkan yeoja itu menangis di bahunya. Posisi itu bertahan cukup lama sampai yeoja itu berhenti menangis.
“ Kau tak boleh menangisi nya lagi, berjanjilah padaku kau tidak akan menangisinya lagi !”
“ hmm… “ angguknya pelan
“ lebih baik kau istirahat ini sudah malam, tidak baik untuk kesehatanmu “
Jam sudah menunjukk an pukul 22:45 suho mendapat telepon dari seseorang
“ Baiklah saya akan segera ke sana
“ jawabnya pada orang di telepon itu.
~SKIP~
Akhirnya wajah murung yang selama ini terlihat di wajah
yoora berganti
dengan
wajah
bahagia,
bagaimana tidak akhirnya dia mendapatkan donor mata. Akhirnya dia akan bisa melihat lagi, melihat
indahnya dunia, melihat wajah suho namja yang selama ini selalu berada disampingnya dan
melihat seseorang yang keberadaanya entah dimana.
One week later..
Hari ini semua orang kelihatan tegang memperhatikan sesuatu. Betapa tidak operasi yeoja cantik itu
akan segera diketahui hasilnya. Perawat dan dokter juga perlahan membuka lilitan kain bekas operasi dari mata Yoora, suho sangat khawatir dan gelisah menantikan hasilnya. Kain yg membalut mata Yoora
terlepas, sekarang waktunya Yoora membuka matanya. Perlahan ia membuka matanya, namun ia masih
belum bisa
melihat
apa-apa. Namun,
setelah
semenit
berlalu, ia meloncat
dan memeluk Suho yang
berada disampingnya.
Benar, operasinya berhasil. Semua orang terlihat begitu bahagia. namun dibalik tawa Yoora, dia mencoba mencari keberadaan
seseorang yang hampir sebulan tak dilihatnya itu tapi matanya tak melihat namja
yang sebelum kejadian itu
selalu memberikannya kebahagian itu di mana pun.
“ Aku tahu aku yang mengusirmu, tapi apkah ini tidak keterlaluan hampir sebulan kau tidak menemuiku
atau mengabariku. Apa hanya sebatas ini cinta yang kau miliki. Kau jahat kai !” tangis yeoja itu kembali tumpah terbesit keraguan akan cinta kai yang tak benar-benar mencintainya.
“ kau menangis lagi ?
kata suho yang tiba-tiba muncul entah dari mana.
“ hm..kurasa aku tidak sengaja kembali memikirkannya oppa… mianhae. “ Ucap yeoja itu gugup
“Aku tidak akan melarangmu untuk memikirkannya lagi“ ucap suho lembut
“ Anni..aku tidak mau memikirkannya lagi, bahkan mengingat namanya aku tidak mau . aku harap aku tidak
akan pernah bertemu dengan dia lagi “ jawab yeoja itu ketus.
“ kuharap kau tidak menyesal dengan apa yang telah kau katakan “ gumam suho pelan.
“ aku ingin memberikan sesuatu padamu yoora~ah.. kuharap kau mau menerimanya” ucapnya sambil mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya pada yeoja itu.
“ ini ? kenapa kau mengembalikannya padaku ? aku tidak mau menerimanya.. aku tida k mau menerima
apapun darinya lagi”.
“ Kenapa bukan dia sendiri saja yang memberikannya padaku. Apa dia benar-benar tidak mau bertemu
dengan ku lagi … “ tanya yeoja itu penuh isak
Song Recommendation : KISS ~Because Im a Girl
“ aku memang tidak punya hak ikut campur urusan kalian.. tapi tidak bisakah kau menyimpan cincin ini sekali saja. Pikirkanlah baik-baik . “ jawabnya sedikit tegas lalu pergi
Yeoja itu menatap cincin itu lekat-lekat, tiba-tiba kenangan itu muncul. kenangan indah yang terukir bersama kekasih tercintanya. Butir-butir bening jatuh dari pelupuk matanya, yeoja itu
menangis lagi, tapi
kali
ini dia menangis sejadi-jadinya bahkan matanya menjadi sangat sembab seperti habis di pukul.
Ini sudah lewat
beberapa
hari
tapi tak
menunjukkan tanda-tanda bahwa
yeoja itu
akan
berhenti
menangis. Kenangan itu selalu
saja membayangi nya. Bahkan suho yang selama ini berhasil
membujuknya kali ini hanya menatap yeoja itu dengan sendu. Hatinya sakit melihat yeoja itu
seperti ini
“ Yoora kumohon jangan seperti ini, sampai kapan kau akan
menangis terus seperti ini ? ucap namja itu penuh iba
“Oppa, entah mengapa dimataku terus terputar kenanganku bersama Kai. Aku merindukannya oppa. ” Tuturnya sesengukkan.
Suho hanya diam membisu, mendengar ucapan dari Yoora.
“Oppa... sekali saja, bisakah kau pertemukan aku dengan kai oppa...”
Suho masih diam seolah tak mendengar apa yang dikatakan yeoja itu.
“Oppa... ku mohon aku ingin bertemu kai,aku ingin menanyakan kenapa dia tidak mau menemui ku, jika
dia tidak mencintaiku lagi maka aku tidak akan memaksanya ...” Suho akhirnya setuju, ia akan membawa Yoora menemui Kai.
Mereka bergegas menemui Kai, Yoora tak sabar melihat wajah kai, wajah dengan senyuman selalu
membuatnya memaafkan namja itu berulang kali , beberapa menit kemudian
mereka sampai ditempat
tujuan.
Namun, Yoora kaget melihat dimana ia sedang
berada, Suho memegang tangannya dan
membawanya menemui Kai. Yoora terus menerus bertanya mengapa Suho membawanya ketempat ini.
“Oppa... untuk apa kita kemari ? apa kau ingin bertemu seseorang disini .. ? “ “ kita akan bertemu kai disini “ jawabnya pelan
Yeoja itu memandang sekeliling tempat ini tapi dia tak melihat Kai
di manapun tempat ini sangat sepi. “ Oppa.. apa kau tidak salah ?
aku
tidak melihat kai oppa di manapun “ Tanya yeoja itu lagi
Namun suho hanya diam, dan fokus melihat sesuatu.
“Oppa.. berhenti.. aku takut oppa.. ini bukan tempat Kai, mengapa kau membawaku kesini?” Teriak
Yoora dengan nada ketakutan.
“Disini, Yoora... ini tempat kai” sambil menunjuk ke gumbukan tanah dan batu nisan yang tertulis nama
KAI
“ kau jangan bercanda oppa.. ini bukan kai kan ? sebenarnya dia dimana ? apa dia akan memberikanku
kejutan ? iya kan ? Tanya nya lagi dengan nada tak percaya
suho kembali diam tak merespon seperti menegaskan bahwa ini adalah keadaan yang sebenarnya dialihkan pandangannya ke
langit dia
sendiri tidak
percaya dia akan
terlibat
kisah cinta yang
menyedihkan seperti ini.
Diamnya suho membuat yoora semakin frustasi kenapa hal seperti ini bisa terjadi padanya, kenapa harus dia yang mengalaminya.
“Tidak mungkin oppa! Kai tidak mungkin... Yoora jatuh lemas ketanah, suho memegangi bahunya. Ia terdiam dan tak percaya melihat apa yang ada didepannya.
“Yoora-ya, mata yang ada
didalam dirimu
itu
adalah mata milik Kai, ia memberikan ini sebagai hadiah dan permintaan maaf untukmu.
Flashback On
Suho mendapat telepon dari seseorang, ia beranjak keluar dari ruangan untuk menerima telepon. “Permisi. Apa ini saudara Suho?”
“Iya, ini saya. Ada apa?”
“Saya ingin memberitahukan bahwa saudara Kai mengalami kecelakaan”
“ Baiklah saya akan segera kesena “ jawabnya setengah tak percaya
Ia membutuhkan
waktu yang lama mencerna apa yang barusan diberitahukan padanya. Ia sekilas memandang Yoora yang hanya berdiam diri diatas ranjang tidurnya. Bergegas setelah ia sadar apa yang terjadi, ia menuju tempat Kai kecelakaan. Ia melihat orang-orang sedang berkerumun, ia melihat lebih dekat dan memastikan
keraguannya, itu ternyata benar-benar kai. Wajahnya yang tampan berlumuran
darah, kulitnya menjadi pucat, dan suaranya hampir tak terdengar, orang -orang hendak membawanya ke
rumah sakit tetapi Kai memohon agar mereka tidak melakukan itu. Suho bersimpuh didepan tubuh yang
terbujur kaku itu, ia menahan
air
mata melihat namja yang selalu dipanggilnya brengsek itu tak berdaya
dengan
tubuh yang kian
lemah. Kai mengambil tangan Suho dan
memberikannya sebuah c incin permata. "Suho-ya, ku mohon berikan ini pada Yoora dan sampaikan
maafku dan salam cintaku untuknya. Dan
tolong berikan kedua mataku untuknya sebagai hadiah dan permintaan maaf untukku, maafkan aku suho telah banyak merepotkanmu.” Kata kai dengan terbata-bata.
“Ani. Kau harus hidup. Kau harus memberikan sendiri cincin ini padanya, namja babo.” Jawab suho dengan berlinang air mata.
“Kumohon S..u...h...o...”, itu kata terakhir yang diucapkan
Kai
untuk Suho. Setelah itu, namja yang selalu membuat Yoora menunggu itu, menghembuskan
nafas terakhirnya. Terputuslah cinta keduanya. Tak akan ada lagi canda tawa diantara keduanya. Jarak yang membentang mereka
terlalu jauh untuk
dijangkau.
Flashback off
Yeoja itu terlihat sangat terpukul ternyata dugaannya selama i ni salah besar. Dia adalah wanita bodoh yang telah membiarkan
laki-laki seperti kai pergi darinya hanya karena kesalahan yang bahkan kai tidak sengaja melakukannya. Kai sangat mencintainya bahkan ia rela memberikan matanya untuk yeoja itu . tapi yoora malah meragukan ketulusan namja itu. Dia benar-benar wanita yang bodoh.
“Oppa, ini tidak mungkin. Dia kekasihku oppa, dia sudah berjanji tidak akan meninggalkanku,
aku
tak mampu kehilangannya oppa. Kai.... namja babo mengapa tega kau meninggalkanku seperti in i? Saat kau
membuatku menunggu lama aku
masih bisa dan selalu memaafkanmu tapi sekarang aku benar-benar tidak bisa
memaafkanmu oppa…
kenapa kau lakukan ini
padaku lebih
baik
aku kehilangan
penglihatanku
daripada
harus
kehilanganmu.., kembalilah padaku sekarang. Aku janji tak akan marah padamu lagi, aku janji kai.. kalau seperti ini bagaimana aku bisa hidup, kumohon kembalilah padaku..!.” Teriak Yoora
dengan terus meronta dan menangis. Suho tak mampu menahan air matanya lagi, betapa malangnya yeoja kesayangannya ini.
Suho POV
“aku janji akan menjagamu Yoora, aku janji. Dan untuk kau Kai aku akan menepati janjiku padamu,
meskipun aku tidak bisa mengantikan posisimu tapi aku akan menyayanginya dengan sepenuh hatiku. Aku akan menjaganya dengan sekuat jiwa dan ragaku. Aku akan membahagiakannya untukmu, kai.”

0 komentar:
Posting Komentar