Buku Konga Jilid 2~
“Laki-laki
itu harus punya 3 istri, kalo cman 1
namanya Is-one, kalo 2 namanya is-two, nanti 3 baru namanya is-three” – Pak Amir
(yaah… pak guru, sy selaku generasi kartini tidak setuju)
“Pulang
kampung turun tanjakan” – Rauhun (Tanjakan bukannya naik ya? Jadi kalo turunan,
naik turunan dong? :-D )
“Ini
bukan kenyataan, ini fakta!” – Siddiq (memangnya ‘bukan kenyataan’ dengan
‘fakta’ sama artinya? :-D)
“Wani,
mundur ke belakang!” – Rauhun (emang ada mundur ke depan? Ya jelas ke belakang,
buang2 kosakata un :-D)
“Uang
bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang!” – Pak Kisman (y)
“Orang
yang paling bodoh adalah orang yg membohongi diri sendiri” – Pak Noldi (y)(y)
“Perempuan
itu pintar menghitung uang, tapi tidak pintar membagi uang” – Pak Amir (iya
pak, perempuan kan hemat)
“Kalau
kau yang ba Tanya lhun saya jawab! Tapi kalau sy yg ba Tanya kau tidak jawab!”
– Ika Ayu (Knpa p’bkin kasian nasibmu dengan lhun, gongo?)
“Melalanglang
buana” – Rahmi (di cakrawala…. Ulalala…)
“Gitu
aja kok repot!?” – Ama
“Kenapa
dia minus? Karena jatuhnya ke bawah” – Ibu Nurhidayah (berarti kalo jatuhnya ke
atas nilainya Plus (+)) ? salah ya bu..?)
“Karena
kamu itu sukanya yang jelas dan terang benderang” – Ibu Ida (itulah ciri XII
IPA 1 buu…)
“Kalau
bisa dipermudah kenapa dipersulit?” – Pak Amir
“Bau
busuk yang menusuk” – Siddiq
“Masa
depan adalah cermin” – Selvi (maksudnya, kalo muka pas-pasan, ya dihari esok
mukanya jg pas-pasan gitu..)
“Pendidikan
adalah proses yang panjang yang tak henti-hentinya” – Sri Hajrin (dan
pendidikan benar-benar membosankan tp dibutuhkan..)
“Lebih
baik mencegah daripada mengobat” – Silviani (benar ibu dokter..)
“Gunakanlah
bahasa Indonesia yang baik dan benar”! – Wani
“Bahasa
Indonesia rusak ditangan pemuda Indonesia sendiri” – Wani (double wow!)
“Aku
menjadi AQ, siang menjadi ciank” – Wani (inikan jamannya alay wan..)
“Bahasa
Indonesia integritas Negara!” – Wani (dengarkan pidato Mantan ibu Negara, ibu
Wani yudhoyono :-D)
“Ini
karena masih kurangnya kesadaran kita menjaga kebersihan” – Ratih
“Kita
tidak boleh membantah atau melanggar semua aturan atau perkataan bapak dan ibu
guru” – Dhedy (Eaa… calon polisi ini pak…. (y) :-D)
“Semangat
yang tak kunjung padam adalah kunci keberhasilan” – Tina (Itu wahyu.. semangat kunci
keberhasilan… !*peace tin..)
“Fighting!!
Almamater perguruan tinggi menanti didepan kita” – Tina (Fighting!!)
“Buol
memiliki banyak objek wisata” – Wahyu (Objek wisata paling populer: Tabodok,
tirtarya, pelabuhan, puncak, tabodok, tirtarya, pelabuhan, puncak.. ulangi 99x
:-D hehe.. wahyuuu..)
“Mona…
tunggu saya 4 tahun lagi” – Shiddiq (ctctctc…)
Saya
akan bekerja keras dan mencari jati diri” – Shiddiq (dank an kau temukan bhwa
kau adalah seorang klinefelter, haha peace just kidding :-D)
“Coba
ngana baca, tidak susah-susah amatt tuh – Rani
“Terserah
deehh!” – Rani (iyaahhh…)
“Saya
mau bonceng kau, yg penting torang balikan..” – Rama (From rama to lhun…, haha
mf rama siapa suruh kw ba blng bgtu)
Alhamdulillah
Konga Jilid 2 jadi juga…
Sekedar
info ucapan yg berasal dari guru-guru itu KATA BIJAK bukan termasuk dalam KONGA.
Berhubung supaya tidak ribet, makanya saya gabung dengan kata konga’nya torang.
Untuk komennya yg disamping nama tukang konga itu hanya candaan belaka (eaa)
jadi jangan diambil hati ya, terutama untuk Tina, wahyu, dan shiddiq, hahaha
bercanda itu owh.
Thanks
buat Rahmi Rahmadhani yg sudah bantu saya tulis konganya teman-teman. Thanks
buat Anggi yang baik hati dan tidak sombong, pendiam, tidak cerewet, plus murah
senyum (puas Ni ? hehe :-D) iya thanks karena sudah motivasi saya untuk buat
buku konga ini. Terimakasih untuk teman-teman seperjuangan yg terkasih karena
sudah menghibur lewat untaian konga yang tak bermakna. Kata konga yang
terlontar adalah hasil reflex dari teman-teman. Mungkin kalian tidak sadari,
ucapan kalian sangat bermanfaat, terkadang mungkin bisa mengubah semangat
teman-teman yg lain, dan yg paling utama adalah bisa menghibur kita semua.
Well,
saya berharap kita masih punya banyak waktu. Karena saya ingin kata konga ini terus
berlanjut sampai jilid ke-… ? pokoknya sampai banyak. Tapi, sayang.. Waktu
kita….
Tidak!.. lebih tepat waktu yang saya miliki
untuk mengamati setiap ucapan dari teman-teman tidaklah banyak lagi. Sebulan
lagi mungkin? Atau kurang dari itu. UN tinggal menghitung hari. UN seperti
alarm yang akan berbunyi untuk memperingatkan kita bahwa sudah saatnya berjalan
dijalan yang kita pilih L :’(. Jalan yang berbeda, tapi satu tujuan
SUKSES. Fighting for UN! Jika masih ada kesempatan Buku Konga ini akan lanjut
ke jilid 3. Tapi jika tidak.. Mungkin ini Buku Konga terakhir. Kalau ada
ketambahan kata konga lain mungkin hanya akan sy tambahkan di Jilid 2 ini. Hm..
semoga tidaklah ya…. Kita liat kedepannya bagaimana…
Ok
. semangat dan pantang menyerah yaa!! J J
Selvi
A. Ahmad
XII
IPA 1
0 komentar:
Posting Komentar