Selasa, 10 Maret 2015

Buku Konga Jilid 2~



“Laki-laki itu harus punya 3 istri,  kalo cman 1 namanya Is-one, kalo 2 namanya is-two, nanti 3 baru namanya is-three” – Pak Amir (yaah… pak guru, sy selaku generasi kartini tidak setuju)
“Pulang kampung turun tanjakan” – Rauhun (Tanjakan bukannya naik ya? Jadi kalo turunan, naik turunan dong? :-D )
“Ini bukan kenyataan, ini fakta!” – Siddiq (memangnya ‘bukan kenyataan’ dengan ‘fakta’ sama artinya? :-D)
“Wani, mundur ke belakang!” – Rauhun (emang ada mundur ke depan? Ya jelas ke belakang, buang2 kosakata un :-D)
“Uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang!” – Pak Kisman (y)
“Orang yang paling bodoh adalah orang yg membohongi diri sendiri” – Pak Noldi (y)(y)
“Perempuan itu pintar menghitung uang, tapi tidak pintar membagi uang” – Pak Amir (iya pak, perempuan kan hemat)
“Kalau kau yang ba Tanya lhun saya jawab! Tapi kalau sy yg ba Tanya kau tidak jawab!” – Ika Ayu (Knpa p’bkin kasian nasibmu dengan lhun, gongo?)
“Melalanglang buana” – Rahmi (di cakrawala…. Ulalala…)
“Gitu aja kok repot!?” – Ama
“Kenapa dia minus? Karena jatuhnya ke bawah” – Ibu Nurhidayah (berarti kalo jatuhnya ke atas nilainya Plus (+)) ? salah ya bu..?)
“Karena kamu itu sukanya yang jelas dan terang benderang” – Ibu Ida (itulah ciri XII IPA 1 buu…)
“Kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit?” – Pak Amir
“Bau busuk yang menusuk” – Siddiq
“Masa depan adalah cermin” – Selvi (maksudnya, kalo muka pas-pasan, ya dihari esok mukanya jg pas-pasan gitu..)
“Pendidikan adalah proses yang panjang yang tak henti-hentinya” – Sri Hajrin (dan pendidikan benar-benar membosankan tp dibutuhkan..)
“Lebih baik mencegah daripada mengobat” – Silviani (benar ibu dokter..)
“Gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar”! – Wani
“Bahasa Indonesia rusak ditangan pemuda Indonesia sendiri” – Wani (double wow!)
“Aku menjadi AQ, siang menjadi ciank” – Wani (inikan jamannya alay wan..)
“Bahasa Indonesia integritas Negara!” – Wani (dengarkan pidato Mantan ibu Negara, ibu Wani  yudhoyono :-D)
“Ini karena masih kurangnya kesadaran kita menjaga kebersihan” – Ratih
“Kita tidak boleh membantah atau melanggar semua aturan atau perkataan bapak dan ibu guru” – Dhedy (Eaa… calon polisi ini pak…. (y) :-D)
“Semangat yang tak kunjung padam adalah kunci keberhasilan” – Tina (Itu wahyu.. semangat kunci keberhasilan… !*peace tin..)
“Fighting!! Almamater perguruan tinggi menanti didepan kita” – Tina (Fighting!!)
“Buol memiliki banyak objek wisata” – Wahyu (Objek wisata paling populer: Tabodok, tirtarya, pelabuhan, puncak, tabodok, tirtarya, pelabuhan, puncak.. ulangi 99x :-D hehe.. wahyuuu..)
“Mona… tunggu saya 4 tahun lagi” – Shiddiq (ctctctc…)
Saya akan bekerja keras dan mencari jati diri” – Shiddiq (dank an kau temukan bhwa kau adalah seorang klinefelter, haha peace just kidding :-D)
“Coba ngana baca, tidak susah-susah amatt tuh – Rani
“Terserah deehh!” – Rani (iyaahhh…)
“Saya mau bonceng kau, yg penting torang balikan..” – Rama (From rama to lhun…, haha mf rama siapa suruh kw ba blng bgtu)

Alhamdulillah Konga Jilid 2 jadi juga…
Sekedar info ucapan yg berasal dari guru-guru itu KATA BIJAK bukan termasuk dalam KONGA. Berhubung supaya tidak ribet, makanya saya gabung dengan kata konga’nya torang. Untuk komennya yg disamping nama tukang konga itu hanya candaan belaka (eaa) jadi jangan diambil hati ya, terutama untuk Tina, wahyu, dan shiddiq, hahaha bercanda itu owh.
Thanks buat Rahmi Rahmadhani yg sudah bantu saya tulis konganya teman-teman. Thanks buat Anggi yang baik hati dan tidak sombong, pendiam, tidak cerewet, plus murah senyum (puas Ni ? hehe :-D) iya thanks karena sudah motivasi saya untuk buat buku konga ini. Terimakasih untuk teman-teman seperjuangan yg terkasih karena sudah menghibur lewat untaian konga yang tak bermakna. Kata konga yang terlontar adalah hasil reflex dari teman-teman. Mungkin kalian tidak sadari, ucapan kalian sangat bermanfaat, terkadang mungkin bisa mengubah semangat teman-teman yg lain, dan yg paling utama adalah bisa menghibur kita semua.
Well, saya berharap kita masih punya banyak waktu. Karena saya ingin kata konga ini terus berlanjut sampai jilid ke-… ? pokoknya sampai banyak. Tapi, sayang.. Waktu kita….
 Tidak!.. lebih tepat waktu yang saya miliki untuk mengamati setiap ucapan dari teman-teman tidaklah banyak lagi. Sebulan lagi mungkin? Atau kurang dari itu. UN tinggal menghitung hari. UN seperti alarm yang akan berbunyi untuk memperingatkan kita bahwa sudah saatnya berjalan dijalan yang kita pilih L :’(. Jalan yang berbeda, tapi satu tujuan SUKSES. Fighting for UN! Jika masih ada kesempatan Buku Konga ini akan lanjut ke jilid 3. Tapi jika tidak.. Mungkin ini Buku Konga terakhir. Kalau ada ketambahan kata konga lain mungkin hanya akan sy tambahkan di Jilid 2 ini. Hm.. semoga tidaklah ya…. Kita liat kedepannya bagaimana…
Ok . semangat dan pantang menyerah yaa!! J J

Selvi A. Ahmad

XII IPA 1 

0 komentar:

Posting Komentar

About Me

I'm from Buol, Sulteng. I'm a woman who is fighting for the future. A student of public health. Who Loved Islam, family, community, justice, education, literature and art. love the world.
Follow me on Instagram : @selvi.aahmad On Twitter : @selvie97 FB : Selvie Ahmad

Twitter

Follow me @Selvie97

Facebook

FB : Selvie Ahmad

Total Tayangan Halaman