Senin, 23 Februari 2015

Puisi Keindahan Alam : “Senja di tepi Pantai”


Karya : Selvi A. Ahmad

Suryaku setengah hilang ditelan cakrawala
Selaras dengan mekarnya sapu tangan senja
Sepoi-sepoi angin bergelayut didedaunan kelapa
Menambah kedamaian diwaktu senja

bunga yang mekar di sore hari
Dedaunan yang gembira ikut menari
Pertanda tak rela melewati keindahan ini

Gemuruh ombak san kicauan burung
Terdengar layaknya nyanyian alam
Gunung –gunung menjulang indah bak lukisan
Riuh ramai sana-sanak Tuhan
Melukis tawa bersama pujaan
Inilah keindahan, senja di tepi pantai

Wahai manusia, nikmat mana lagu yg haru kita dustakan?

Mengubah Puisi ke dalam bentuk prosa~~





Mengubah Puisi ke dalam bentuk Prosa atau disebut parafrase. Yang dimaksud parafrase adalah mengubah puisi menjadi bentuk sastra lain (prosa). Hal itu berarti bahwa puisi yang tunduk pada aturan-aturan puisi diubah menjadi prosa yang tunduk pada aturan-aturan prosa tanpa mengubah isi puisi tersebut. Lebih mudahnya parafrase puisi adalah memprosakan puisi. Perlu diketahui bahwa parafrase merupakan metode memahami puisi, bukan metode membuat karya sastra. Dengan demikian, memparafrasekan puisi tetap dalam kerangka upaya memahami puisi.

Berikut ini langkah-langkah parafrase puisi :
  • Bacalah puisi berkali-kali hingga kamu paham akan isinya.
  • Tambahkan kata-kata atau tanda baca-tanda baca yang sengaja dihilangkan penyairnya. Ingat, penambahan kata-kata atau tanda baca harus sesuai dengan pemahamanmu terhadap isi puisi. Penambahan kata-kata atau tanda baca ditulis dalam tanda kurung.
  • Ubahlah puisi (beserta kata-kata dan tanda baca yang telah kamu tambahkan tadi) ke dalam bentuk prosa.


Contoh Puisi :
“1943”
Racun berada direguk pertama
Membusukkan rabu terasa didada
Tenggelam darah dalam nanah
Malam kelam membelam
Jalan kaku lurus putus
Candu
Tumbang
Tanganku menadah patah
Luluh
Terbenam
Hilang
Lumpuh
Lahir
Tegak
Bergerak
Rubuh
Runtuh
Mengaum-mengguruh
Menengah-menyerah
Kuning
Merah
Hitam
Kering
Tandas
Rata
Rata
Rata
Dunia
Kau
Aku
Terpaku

Prosa puisi “1943”
Kini racun itu berada direguk pertama, membusukkan paru-paru dan menyesakkan dada. Nanah kian lama kia menenggelamkan darah membuat malam menjadi  kelam membelam. Tak ada lagi yang dapat diperbuat, yang tersisa hanyalah candu yang membuat tumbang lagi tak berdaya. Bahkan tangan yang menadah pada Yang Kuasa menajdi patah luluh bahkan lumpuh  dan hilang. Tetapi jiwa it uterus saja bergejolak memaksa untuk lahir tegak dan berderak. Namun, apa hendak dikata tubuh runtuh dan rubuh seketika. Ingin rasanya menetang bahkan menyerang. Tetapi lagi-lagi keinginan hanya tinggal harapan, bukan  hanya tubuh yang runtuh dan luluh, pandangan pun semakin lama semakin tak jelas, ddan menambah petaka yang ada. Kini yang tersisa hanyalah tubuh yang kering, tandas, dan menyedihkan. Yang mampu membuat aku, kau, dan dunia terpaku memandanginya.



Itulah cntoh puisi yang dibentuk kedalam prosa. Sahabat sekalian bisa mencoba untuk membuatnya. Semoga bermanfaat.

Minggu, 22 Februari 2015

Buku Konga Spesial XII IPA 1 (2014-2015)

  • “Kehidupan itu seperti roda kadang diatas kadang dibawah”    {Anggi}
  •    10 + 10 = 10  { Ansar}
  •   2 : 1 = 1 {Ernis} (semangat ya bu guru, manusia itu tempat salah and khilaf :-D J)
  •   Kenapa harus kau, kenapa bukan saya? {Nurul} (takdir mba nurul, kaya katanya Rani tuh)
  •   Chagiyaaa… - Siddiq (Berasa kaya Song Joong Ki ya? Hehe just kidding)
  •  Kenapa saya tidak seperti dia? – {Dhea}
  • Karena itu TAKDIR! – { Rani}
  • Islam itu mengajarkan kedamaian (kalo ini nih baru bener :-D)  {Ustadzah Rani}
  • Suka itu beda dengan cinta. Suka itu bisa bilang kapan saja. Jadi, jangan kepedean{Dhea} 
  •   Sakitnya Tuh disini {Man of XII IPA 1} (Demam Cita –Citata)
  •  Ama senyummu, ama tawamu {Wahyu} (dasar Raja gombal)
  •  Kenapa harus Ibu Ida? Kenapa bukan wali kelas? {Ernis} (Ber-orasi waktu di mushollah)
  •  Karena itu kelebihan XII IPA 1! Tidak mengerti dan jaga tidak ba dengar! {Rahmi} 
  •  Yang penting sudah mau lulus {Sri Hajrin}
  •  Cerewet di pengaruhi oleh zat kimia yang berlebihan dan hormone yang berkurang {Ansar} (Haha. Terlepas hipotesis ini keliru atau salah sekali, yang jelas ini mampu meledakkan tawa di XII IPA. Suatu saat nanti mungkin bisa dijadikan hasil penelitian skripsi teman-teman yang mengambil jurusan kesehatan J :D)
  •  Saat semua kelas tuntas hanya XII IPA 1 yang tidak tuntas – Gak tau siapa pemilik kata konga ini, soalnya sy lupa nulis pembicaranya
  •  XII IPA 1 Ibarat cermin artinya jangan salahkan murid saat gurunya belum tentu benar {Anggi  ft Dhea} (Dalam acara mingguan Dhea Teguh Black Aways, hahaha: just kidding dheaa)
  • Kami ba cerita dimarah!  Kami ba diam dimarah!, Ba apa jo dank?? {Dhea With Rahmi} (Tuhkan dhea lagi…..)
  • Lidah tak bertulang {Rani, Dhea, Sri} (Ngumpul nih pemuka agama, motivator, dan penyambung lidah rakyat XII IPA 1: Hahaha… )
  • Terkadang kehidupan di drama itu lebih menarik dibanding kehidupan dunia nyata –      {Selvi} (hm…. No coment yaa… hehe lagi kambuh penyakit ‘sok bijaknya)
  • Kehidupan nyata itu tidak lebih pelik konfliknya {Mona
  • Penyesalan itu di akhir, tak ada yang perlu disesali{Ernis} (daebak!)
  •  Seorang wanita jika membeir pertanyaan yang mendesak pada laki-laki tandanya cemburu{ Nurul} 
  •  CEMUNGUUTS ! – { Ama}
  • Asam garam kehidupan {Selvi}
  • “Lebih baik telat, daripada telat banget “{Ningrum} (iya ngerti, Miss. Slow)
  • Tidak ada salahnya mencoba” {Selvi} (eeaaaaa… :-D)
  • “Pusing pala Barbie! “{Dhea} (aduh cyiin…)
  • “Eonnie………………. “{Mona}
  • “Saenggg…………….. “ {Selvi} (maaf eh bgtu sudah kamii..)
  • “Menenggara “{Ibu N**} (ada lanjutannya, “membarat daya, menyelatan, mengutara, menimur” .. maaf buu.. :-D hehe ;-)]
  • “Asam di gunung, Garam di Tanjung, Pakat di Kanal, Netral di Kali, Pahit di Leok “{Ramaa} (Ramaaa!!!!! Bikjen!!)
  • “Kalau Lhun salah, selalu jadi saya yang ikut dia salahkan!” {Ika Ayu alias Gongo} {kaaaati eee…. :-D malang nian nasibmu gongo}
  • “Chaa-egeenk…..” {Rahmii}

Akhirnya jadi juga ‘buku konga’nya XII IPA 1’ walaupun nda banyak, maaf untuk teman-teman yang saya janjikan postingan ini beberapa bulan yang lalu. Saya baru bisa rilis’nya (kaya film saja) nanti sekarang. Ini juga ndak sengaja buka buku waktu semester 1 lalu, eh liat-liat ternyata ada kata bijak ‘konga’ disitu. Jadi, mumpung ada waktu luang ‘aku memutuskan untuk segera menulisnya’ (konga lagii…} hahah… untuk coment yang disamping nama pemilik kata konganya, itu maaf ya kalo nyinggung. Itu spontan kok, saking lucunya. Pada kesimpulannya teman-teman XII IPA 1, bukan hanya pandai dalam Ilmu Pengetahuan, namun, juga sebagian besar pantas menggantikan Mario Teguh dalam acaranya Mario Teguh Golden Ways. Dan satu kandidat yang saya usulkan pengganti Mario Teguh(berhubung pak Mario’nya undah hampir bisa dibilang tua), saya mengusulkan regenerasinya adalah………………. LANA YULIA alias DHEA!!! Yeee! Tepuk tangan, buat Saudara Dhea yang diberik kesempatan Oleh Tuhan YME untuk menjadi penerus bapaK Mario Teguh kedepannya, dan saya mengucapkan selamat atas kesuksesannya, karena saya lihat andalah yg paling sering ber-konga ria. Hahaha.. (maaf ya Dheaa…. )
Sekian dulu apa yang dapat saya sampaikan, saya akhiri wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. hehe…


-----------------Selvi A. Ahmad ----------


About Me

I'm from Buol, Sulteng. I'm a woman who is fighting for the future. A student of public health. Who Loved Islam, family, community, justice, education, literature and art. love the world.
Follow me on Instagram : @selvi.aahmad On Twitter : @selvie97 FB : Selvie Ahmad

Twitter

Follow me @Selvie97

Facebook

FB : Selvie Ahmad

Total Tayangan Halaman