Hidup itu adil?
Hidup itu adil?.. Jawabannya ada dalam persepsi anda semua.
Sebagian orang untuk menemukan sesuatu begitu mudah,
sebagian yang lain harus mengorbankan apa yang ia miliki agar dapat menemukan
apa yang ia cari. Sebagian orang sangat mudah bertemu dengan yang ia cintai,
tapi sebagian yang lain harus menyusup, berjalan seperti pencuri, tidak
berhenti untuk menunggu sosok yang Ingin ditemui. Sebagian begitu mudah
mencintai dan bahagia, tapi sebagian yang lain harus menangis, terluka dan
merasakan sakit hanya untuk mencinta dan bahagia. Sebagian orang begitu mudah
melupakan orang lain, tapi sebagian yang lain demi untuk melupakan harus
melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kata hati mereka, demi melupakan
mereka menyiksa diri mereka. Sebagian orang begitu mudahnya untuk meraih
kesuksesan, dan sebagian yang lain harus merasakan penghinaan, penderitaan,
kemiskinan, diinjak, diludahi, harus mengemis, memohon dan berlutut. Dunia apa
yang sedang ku tempati sekarang? Dunia yang diisi dengan manusia pencinta
materi dan kekuasaan.
Tanpa ingat mati, tanpa ingat akan siapa yang mencipta dan
dimana akan kembali, materi adalah hal nomor satu, teratas dari yang teratas.
Dunia seperti apa yang sedang ku tempati sekarang? Dunia dimana ornag – orang
baik tak punya materi dan kekuasaan dimusuhi dipandang sbelah mata. Dan mereka
yang punya materi dan kekuasaan yang mereka dapat dari berbagai macam cara
dipuja, dituruti, dan di Tuhan-kan. Dunia macam apa ini? Bukankah ini
seharusnya adalah tempat untuk manusia menanam benih kebaikan demi kebehagiaan
kelak di masa depan dan di kehidupan lain yang akan datang. Dunia seperti apa
ini yang sedang ku tempati sekarang? Dunia dimana dua orang yang mencintai
dipisahkan karena tak sederajat, mereka menghargai cinta hanya dengan serendah
materi.






