Rabu, 08 Juli 2015

Hidup itu adil?




Hidup itu adil?.. Jawabannya ada dalam persepsi anda semua.
Sebagian orang untuk menemukan sesuatu begitu mudah, sebagian yang lain harus mengorbankan apa yang ia miliki agar dapat menemukan apa yang ia cari. Sebagian orang sangat mudah bertemu dengan yang ia cintai, tapi sebagian yang lain harus menyusup, berjalan seperti pencuri, tidak berhenti untuk menunggu sosok yang Ingin ditemui. Sebagian begitu mudah mencintai dan bahagia, tapi sebagian yang lain harus menangis, terluka dan merasakan sakit hanya untuk mencinta dan bahagia. Sebagian orang begitu mudah melupakan orang lain, tapi sebagian yang lain demi untuk melupakan harus melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kata hati mereka, demi melupakan mereka menyiksa diri mereka. Sebagian orang begitu mudahnya untuk meraih kesuksesan, dan sebagian yang lain harus merasakan penghinaan, penderitaan, kemiskinan, diinjak, diludahi, harus mengemis, memohon dan berlutut. Dunia apa yang sedang ku tempati sekarang? Dunia yang diisi dengan manusia pencinta materi dan kekuasaan.

Tanpa ingat mati, tanpa ingat akan siapa yang mencipta dan dimana akan kembali, materi adalah hal nomor satu, teratas dari yang teratas. Dunia seperti apa yang sedang ku tempati sekarang? Dunia dimana ornag – orang baik tak punya materi dan kekuasaan dimusuhi dipandang sbelah mata. Dan mereka yang punya materi dan kekuasaan yang mereka dapat dari berbagai macam cara dipuja, dituruti, dan di Tuhan-kan. Dunia macam apa ini? Bukankah ini seharusnya adalah tempat untuk manusia menanam benih kebaikan demi kebehagiaan kelak di masa depan dan di kehidupan lain yang akan datang. Dunia seperti apa ini yang sedang ku tempati sekarang? Dunia dimana dua orang yang mencintai dipisahkan karena tak sederajat, mereka menghargai cinta hanya dengan serendah materi.

Jumat, 27 Maret 2015

Better~ karya Atul Gawande


Inilah dia salah satu buku yang berpengaruh terhadap pandangan hidupku. Terhadap persepsiku pada mimpiku yang ‘sulit menjadi kenyataan’. Iya benar. Dokter Bedah adalah mimpi terbesar dalam hidupku. Antara harapan dan keinginan selalu berbanding lurus. namun berbanding terbalik dengan kenyataan. Sulit juga tidak. Tetapi tidak mudah untuk meraihnya. Entahlah, kurang lebih 17 hari lagi akan aku lihat dan saksikan apakah mimpi itu akan menjadi kenyataan atau tidak (17 hari lagi UN akan dilaksanakan). Sejauh ini aku sedang berusaha, tetapi aku tidak yakin usaha akan membantuku. Dr. Gawande. Seorang dokter bedah yang lahir di india, dan menjadi assisten profesor di Harvard Medical school dan Harvard School of public health. Didalam buku berjudul better ini, terdapat berbagai macam riset, opini, reality seputar dunia kedokteran. Suatu profesi yang selalu menjadi impianku. Dikala terjaga maupun tertidur. Jika ada kesempatan bahkan hanya satu kali jalan untuk meraih profesi tersebut tak akan sedetikpun ku sia-siakan, begitulah janjiku. Better mengubah pandangan hidupku. Better make me a more better. Better memberiku kisah, pengalaman kerja, fakta, realita, dan segala hal yang sebelumnya tak ku ketahui. Bagian yang paling ku sukai didalam buku ini adalah kisah keterlibatan dokter pada kasus hukuman mati. Dimana dokter mengambil peran penting dalam membantu terlaksananya hukuman mati. Ambigu, iya memang. Dimana pekerjaan dan Kode Etik berlawanan. Jika dokter membantu, maka hilanglah sudah kepercayaan masyarakat bahwa dokter adalah penyelamat dan berubah menjadi sebutan sadis ‘pembunuh’. Pembunuh? Pemikiran itu ada dibeberapa masyarakat yang baru pertama kali mendengar dokter terlibat dalam proses hukuman mati. Tetapi jauh dari yang kelihatan, ada alasan untuk setiap langkah. Bukan saya membenarkan hal ini, sayapun kecewa jika pemerintah melibatkan dokter sebuah profesi paling mulia dalam proses yang kejam ini. Namun, jika tak ada ahli dalam pelaksanaan terhukum mati (Suntik mati menggunakan Natrium tiopental) maka terhukum yang sebenarnya adalah manusia juga makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna akan begitu terasa menyedihkan. Penderitaan yang mereka alami, akan bertambah dan sangatlah menyakitkan. Tidakkah kita punya nurani? Entahlah bagaimana pemikiran orang lainnya. Yang jelas ini hanyalah persepsi saya. Kembali bercerita tentang mimpi saya yang menyedihkan ini. Saya berpikir seorang Dokter bedah umum adalah profesi yang paling begitu menarik. Beberapa tahun yang lalu saya hidup dalam pemikiran seperti ini. Tetapi BETTER memperbaiki persepsi saya. Didalam better saya tahu bahwa masalah besar yang dihadapi dalam suatu profesi utamanya dokter bedah bukanlah kerja keras yang tak henti-hentinya sepanjang malam, bukanlah kesalahan-kesalahan dalam melakukan profesi (biasa disebu malapraktik), ataupun bayaran yang tak sesuai dengan hasil jerih payah. Bukan! Dari Better saya tahu masalah terbesar itu adalah mengetahui sebatas mana kemampuan kita dalam melakukan pekerjaan kita. Haruskah kita memaksakan apa yang sesuatu yg telah melewati batas kemampuan dan kesanggupan kita? Atau kita menyerah, padahal kemampuan kita bisa melakukan hal yang lebih dari apa yang kita lakukan sekarang. Itulah masalah terbesar dalam kedokteran, tidak tahu dimana batas kemampuan untuk melakukan sesuatu. Dalam better juga saya belajar bahwa dalam kedokteran seharusnya kita tidak mempercayai siapapun, kita harus mempercayai diri kita sendiri tak ada kata bergantung pada orang lain. Kita harus bergantung pada kemampuan kita sendiri. Banyak hal yang telah saya pelajari dari buku ini. Banyak dan tak terhitung jumlahnya. Sekarang saya akan berpikir lebih matang lagi, apakah saya pantas menjadi salah satu dari bagian profesi yang begitu mulia namun menghawatirkan ini. Sekiranya saya selalu ingat kata bijak, “ You are what do you think”, and I think I can do it!. Profesi ini ibarat berada diatas lereng yang curam, lalu didepan kita adalah jurang terjal nan tajam. Sekali kau melakukan kesalahan kau akan jatuh dalam jurang penyesalan, penderitaan, cemoohan, penuntutan, dan berbagai macam hal yang merusak nama baik, keluarga, harga diri, martabat, dan kepercayaan, Dokter bedah, profesi yang ibarat nyawa manusia ada dalam Genggaman Tuhan dan tangannya. Pisau bedahnya adalah penghilang penderitaan sekaligus dapat membawa petaka kematian. Ditangabn orang yang tepat pisau bedah itu akan menyelamatkan beribu-ribu nyawa berharga untuk dunia. Nyawa generasi muda, nyawa para pembela kebenaran, nyawa seorang ibu yang berharga dalam mencetak generasi pembawa panji kedamaian. Terima kasih untuk Dr. Atul Gawande untuk kerja keras yang telah dokter lakukan, terimakasih karena  telah memberiku secercah harapan dan banyak pengetahuan. Selamat bekerja dan selamat sukses untuk seluruh dokter dunia terutama dokter bedah! I love you very much!

Rabu, 18 Maret 2015

~SEPUCUK SURAT UNTUK CALON IMAMKU~



SEPUCUK SURAT UNTUK CALON IMAMKU
Oleh Zahira Afra

Calon imamku...
tahukah engkau bahwa aku merindukanmu?
tahukah engkau aku menantimu saat ini?
dan tahukan engkau bahwa aku selalu berdoa
agar aku menemukanmu dalam Istikharahku?
aku berharap. engkaupun begitu :)

Calon imamku...
Kau pasti seakidah denganku kan?
Allah SWT, Tuhan kita :)
Aku berharap kau adalah pria yang sholeh
yang benar-benar tepat untuk menjadi imam
dalam shalat dan dalam hidupku...

Calon imamku...
sedang apakah kau disana?
aku berharap engkau tengah melakukan
aktivitas yang bermanfaat.
aku selalu berdoa agar Allah SWT selalu
melimpahkan rahmatNYA kepadamu...

Calon imamku...
aku tahu bahwa aku harus bersabar dalam
penantian ini...
aku ingin menyiapkan segalanya untukmu...
aku akan menyiapkan diri ini karena aku
ingin menjadi istri dan Ummu yang baik dalam keluarga kita nanti...

Calon imamku...
aku tahu mengapa engkau belum menjemputku kini, 
karena engkau tengah mempersiapkan
semuanya untukku bukan? 
engkau menyiapkan dirimu agar kau mumpuni dalam memimpin keluarga, 
dalam membinaku menjadi istri sholehah :)

Calon imamku....
Tahukah engkau betapa Allah sangat
mencintaiku dengan dahsyatnya?
Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa,
agar aku lebih bijak menyikapi sebuah
kehidupan dan siap mendampingimu kelak.
Meskipun kadang keluh dan putus asa
menyergapi, namun kini kurasakan diri ini
lebih baik.
Allah tahu dimana tempat yang paling tepat
agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya
kembali mencintai-Nya.
Ujian demi ujian Insya Allah membuatku
menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak
kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku
dihatimu, menemani harimu.

Calon imamku....
sekian dulu ya sepucuk surat yang kutulis
untukmu :)
suatu saat nanti, insyaAllah aku layangkan
surat lagi untukmu...

Aku mencintaimu karenaNYA... :)

Selasa, 17 Maret 2015

Untuk renungan~ Kisah Sepotong Kue~


Inilah kisah yang akan saya bagikan ke pembaca..
semoga dapat bermanfaat..

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba.  Untuk membuang waktu,ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara, lalu menemukan tempat untuk duduk.
Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya , ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada diantara mereka.
Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam.
Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu.
Wanita itupun sempat berpikir: "Kalau aku bukan orang baik sudah  kutonjok dia!“.
Setiap ia  mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu.
Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan  membaginya dua.
Si lelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir : “Ya ampun orang ini berani  sekali, dan ia juga kasar malah ia tidak kelihatan berterima kasih”.
Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat  penerbangannya diumumkan.

Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih".
Ia naik pesawat dan duduk  di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia  merogoh tasnya, ia menahan nafas dengan kaget.
Disitu ada kantong kuenya, di  depan matanya !!!
Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati. Jadi kue  tadi adalah milik lelaki itu dan ia mencoba berbagi. Terlambat untuk minta maaf, ia  tersandar sedih.
Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih. Dan dialah pencuri kue itu !

Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi.  Kita sering  berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.
Orang lainlah yang selalu salah.
Orang lainlah yang patut disingkirkan.
Orang lainlah yang tak tahu diri.
Orang lainlah yang berdosa.
Orang lainlah yang selalu bikin masalah.
Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran.
Padahal  Kita sendiri  yang mencuri kue tadi.
Kita sendiri  yang tidak tahu terima kasih.
Kita sering mempengaruhi, mengomentari , mencemooh pendapat, penilaian atau  gagasan orang lain . Sementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.
                 

Inilah kelucuan dalam hidup kita~ patut direnungi...


Lucu ... Bagaimana uang 10 Dollar nampak begitu besar
Ketika kita sumbangkan ke Masjid
Dan begitu kecil saat kita belanjakan di supermarket

Lucu ... Bagaimana uang 10 Dollar nampak begitu besar
Ketika kita sumbangkan ke Masjid
Dan begitu kecil saat kita belanjakan di supermarket

Lucu ... Betapa beratnya membaca satu juz Al Quran
Dan betapa mudahnya membaca 300 halaman novel terkenal 

Lucu ... Bagaimana kita mempercayai apa kata koran
Namun mempertanyakan apa kata Al Quran

Lucu ... Bagaimana kita kehilangan kata-kata saat berdo’a
Dan betapa lancarnya ketika kita mengobrol dengan teman

Lucu ... Bagaimana kita butuh waktu 2-3 minggu
Untuk merencanakan suatu kegiatan Islami
Namun bisa merencanakan kegiatan lainnya dalam sekejap  

Dan begitulah ...
Hal-hal lucu tak selamanya menjadi hiburan bagi jiwa kita
Karena ada juga hal-hal lucu yang perlu kita renungi

Bukankah ini lucu ?  

Selvi A. Ahmad

Untukmu wahai muslimah : Wanita di Mata Allah swt.





Tuhan menciptakan wanita, DIA lembur pada hari ke-enam.
Malaikat datang dan bertanya,”Mengapa begitu lama, Tuhan?”
Tuhan menjawab:
“Sudahkan engkau lihat semua detail yang saya buat untuk menciptakan mereka?"
“ 2 Tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan… , dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini ”

Malaikat itu takjub.
“Hanya dengan dua tangan?....impossible!“
Dan itu model standard?!
“Sudahlah TUHAN, cukup dulu untuk hari ini, besok kita lanjutkan lagi untuk menyempurnakannya“.
“Oh.. Tidak, SAYA akan menyelesaikan ciptaan ini, karena ini adalah ciptaan favorit SAYA”.
“O yah… Dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri, dan bisa bekerja 18 jam sehari”.
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita-ciptaan TUHAN itu.
“Tapi ENGKAU membuatnya begitu lembut TUHAN ?”
“Yah.. SAYA membuatnya lembut. Tapi ENGKAU belum bisa bayangkan kekuatan yang SAYA berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa.“
“Dia bisa berpikir?”, tanya malaikat. 
Tuhan menjawab:
“Tidak hanya berpikir, dia mampu bernegosiasi." 

Malaikat itu menyentuh dagunya....
“TUHAN, ENGKAU buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya.” 
“Itu bukan lelah atau rapuh....itu air mata”, koreksi TUHAN
“Untuk apa?”, tanya malaikat
TUHAN melanjutkan:
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspressikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan kebanggaan.”
“Luar biasa, ENGKAU jenius TUHAN” kata malaikat.
“ENGKAU memikirkan segala sesuatunya, wanita- ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan!"
Ya mestii…!
Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki.
Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.
Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.
Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.
Dia berkorban demi orang yang dicintainya.
Mampu berdiri melawan ketidakadilan.
Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik.
Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.
Cintanya tanpa syarat.
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.
Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa .
Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.
Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian.
Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.
Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.

Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita:
Dia lupa betapa berharganya dia...  :-)

Minggu, 15 Maret 2015

Fanfiction : Your Eyes


YOUR EYES


Title : Your Eyes
Author : Selvi A. Ahmad, Lana Yuli
Main Cast : Kim Yoora, Kai Exo’ 
Support Cast : Suho Exo
Genre : Romance, sadness
Rate : PG 13+




AN : Cerita ini adalah inspirasi dari saya (Selvi) yang jenuh dengan kisah atau cerita cinta yang happy ending. Tanpa sengaja saya mengungkapkan ide cerita ini ke partner saya Dhea, berhubung dia pandai dalam membayangkan sesuatu maka saya yakin ide saya ini bisa menjadi cerita. Akhirnya jadilah fanfiction perdana kami. Your Eyes. Maaf jika typo bertebaran dimana-mana. Kami berharap ff ini bisa menghibur chingu-chingu sekalian.

Aku lahir menjadi seorang wanita yang tidak tahu apa artinya sulit dan kaku dalamencintai,
sampai aku memperoleh mata ini.




Di senja yang cukup damai ini, terlihat seorang wanita cantik berambut panjang sedang duduk di kursi taman yang terletak ditengah bermacam bunga-bung yang indah dipandang mata, wanita yang menggunakan dress  berwarnbiru  cerah itu    terus memandangi setangkai bungmawar putih  yang berada  tepat  disampingnya,    wajahnya  terlihat  murung  seperti  lelah  menanti  kehadiran  seseorang, berkali-kali ia menengok jam tangannya, namun tak ada perubahan apapun.

Yoora POV


Sampai  kapan  ia  akan  terus  seperti  ini,  membuatkmenunggu,  menunggu,  dan  menunggu  lagi. Perilakunya yang seperti ini membuatku meragukan cintanya.   Aku telah banyak menunggu untuknya, namun ia masih saja tak mengerti dengan apa yang aku rasakan, sudah hampir 2 jam aku disini, seperti orang bodoh yang tak punya apa-apa untuk dikerjakan, semua orang melihatku dengan raut keheranan, ini semua ku lakukan untuknya, ia membuat janji untuk bertemu denganku, setelah dua hari yang lalu ia meninggalkanku untuk urusannya yang aku tak mengerti apa itu. Kai jangan buat aku seperti ini!. Bunga ini, kau katakan bahwa aku harus membawanya kesini, tapi lihatlah ini sudah layu karena letih menunggumu!

Author POV


Wanita tersebut bernama Kim Yoora, ia adalah wanita yang cantik dan sabar, ia sangat mencintai kekasihnya yang bernama Kai, mereka telah menjalin hubungan selama 2 tahun, hubungan mereka cukup berjalan baik, namun tak dapat dipungkiri masalah yang ada dalam hubungan mereka juga cukup banyak. Namun, hal tersebut masih bisa mereka atasi dengan kesabaran Yoora yang mengagumkan. Entah mengapa  ia begitu sabar mengahadapi sosok laki-laki yang kadang menyebalkan itu, mungkin ini karena kai adalah cinta pertamanya, kai adalah orang yang telah mengubah dirinya menjadi lebih dewasa, yang mengajarkan apa itu cinta kepada seorang Yoora.

Yoora-ya” seorang namja memanggilnya.

Yoora terkejut dan merasa senang,


apa yang kau lakukan disini, kembalilah kerumah kata namja itu. Ekspresi Yoora berubah menjadi datar dan murung, ia tadinya bahagia karena berpikir kalau yang memanggilnya adalah namja chingunya, namun yang dilihatnya hanyalah seorang pria yang selalu berhati lembut dan selalu melindungi yoora dimanapun yoora berada, iya.. dia adalah suho teman semasa kecilnya. Suho  seperti malaikat untuknya. ia senantiasa menjaga Yoora, dan tak pernah letih untuk selalu mendengarkan curahan hatinya.

Aniyo oppa.. aku sedang menunggu seseorang disini katanya murung.


Kau menunggu kai lagi? Apa kau bodoh? Ini sudah hampir malam, kaupun terlihat kedinginan, mengapa kau malah menghabiskan waktumu hanya untuk lelaki brengsek seperti itu? bentak suho.

Oppa.. geumanhe.. jebal, nan gwaenchana jinjja” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.


Apa kau ingin aku hanya melihatmu membodohkan dirimu disini? Dia tidak akan datang Yoora -ya, dia tidak akan datang seperti yang ia lakukan padamu dulu, saat kau ditengah malam yang bersalju terus menantinya di taman ini, kau ingat? Ini bukan pertama atau kedua kalinya kau menunggunya disini, ini sudah kesekian kalinya dia memperlakukanmu seperti ini, dan hari ini aku tak akan diam melihatmu seperti ini, kau harus kembali pulang. Dengan wajah penuh sayang.

Oppa... aku sungguh tak mengerti mengapa aku begini, terkadang aku ingin berhenti menantinya, tapi aku tak bisa oppa, aku begitu mencintainya, ia sudah berjanji padaku untuk datang, aku tau ada hal yang tak bisa ia tinggalkan disana, ku mohon oppa mengertilah denganku.

Gadis itu menangis dengan tersedu-sedu mendengar perkataan suho yang begitu menyayat hatinya, ia sadar betul apa yang dimaksudkan oleh namja itu, tetapi hati kecilnya benar-benar tak bisa berhenti untuk menanti kekasih pujaannya itu, suho akhirnya merangkul dan memeluk yoora, ia tenggelam dalam

pelukan hangat namja yang begitu menyayanginya, suho   meminta maaf atas perkataanya yang telah menyakiti hati Yoora, dan akhirnya suho bisa membujuk Yoora untuk kembali ke rumahnya.

Sesampainya dirumah Yoora merebahkan tubuhnya diatas ranjang, ia benar-benar kelelahan, merasa lelah hati dan lelah fisik. Beberapa menit setelah perasaanya sedikit tenang, tiba-tiba handphone Yoora berdering.

nggg... nggg..nggg....


Yoora melihat LCD handphonenya, tertulis Baby dear memanggil”..


Ah Yoora membuang handphonenya kebawah bantalnya, ia merasa terganggu oleh suara panggilan yang tak pernah berhenti itu.

Maafkan aku Kai, aku hanya ingin kau tahu bagaimana rasanya diberi harapan palsu, aku ingin kau merasakan apa yang aku rasakan setidaknya kali ini saja” (sambil melihat handphonenya dengan wajah sinis). Kemudian Yoora berinisiatif memutar musik sekuat-kuatnya agar suara handphonenya itu tak terdengar oleh gendang telinganya. Namun, tetap saja Yoora merasakan dilema yang mendalam, ia tidak ingin melakukan hal ini pada Kekasihnya, tetapi disatu sisi ia ingin membalaskan dendamnya kepada kai walaupun hanya sedikit. Alhasil...

Suara dari panggilan tersebut akhirnya berhenti. Yoora menatap kembali handphonenya 15 kali panggilan tak terjawab. Bagaimana rasanya Kai? (dengan raut wajah sinis).

Belum genap beberapa menit setelah handphonenya berhenti berdering,


Terdengar suara bunyi bel dari dalam rumahnya, namun Yoora tak memperdulikannya, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu kamar Yoora, Nona muda, pangeran anda sudah datang dan dia berada diruang tamu” ujar bibi kim menggoda. Sontak Yoora terperanjat dari ranjang tidurnyaMwo? Bibi tolong katakan bahwa aku sedang tidur, tolong ya bi.. dengan wajah memelas. Tapi non.... belum sempat bibi menyelesaikan perkataanya, Yoora memperlihatkan ekspresi murung yang sangat ditakuti bibi kim, spontan saja bibi kim menuruti keinginan nona mudanya itu.



Lalu, terdengar lagi suara ketukan pintu dari kamarnya...


Yoorapun hendak membuka pintu kamarnya sambil berceletoh  Bibi kim, aku kan sudah bilang tolong suruh Kai pulang saja, aku tidak ingin... Perkataan Kai terhenti karena Kai berada tepat didepannya.

Yoora mendengus..


Kau tidak ingin apa, periku? goda kai, namun tak berhasil.


Apa  yang  kau  lakukan  disini,  aku  ingin  istirahat  kai,  kembalilah dengan  wajah  datar  dan  hendak menutup pintu kamar, tetapi segera ditahan Kai.

Mianhae... jagiya.... tutur kai dengan wajah bersalah. Kembalilah kai... ujar Yoora dengan wajah kesal.
Aku ingin membawamu kesuatu tempat” Ucap kai dengan wajah serius.


aku sedang tidak mood hari ini, kai terlihat gurat wajah lelah dari Yoora. Jebal chagiya... aku mohon ikutlah denganku... kai dengan ekspresi memohon.
Ah Yoora tak tahan melihat kekasihnya menjadi begitu menyedihkan seperti ini, ia pun menyetujuinya...


Namun,  ditengah  perjalanan..suasana  menjadi  begitu  dingin,  Yoora  yang  biasanypaling  banyak bicara, tak mengeluarkan satu kata pun walau hanya untuk berdehem. Dan kai tak mampu berada dalam suasana seperti ini.

Kai : Mianhae jagiya... jebal mianhae... menatap Yoora dengan wajah sedih. Namun, Yoora m alah memalingkan wajahnya ke kaca dan menatap kosong pemandang diluar mobil.

Kai : Yoora-ya maaf sudah membuatmu menunggu.. sambungnya lagi.


Yoora    Bukan   itu   yang   k permasalahkan  oppa,   yang   ak permasalahkan  adalah   kau   tak menghubungiku  sekalipun,  sesibuk  itukah  kau?  Sesulit  itukah  hanya  mengambil  handphone  lalu

memberitahuku  jika  kau  tak  bisa  datang,  juga  jika  kau  tak  punya  waktu  bicara,  tak  bisakah  kau mengirimkan pesan saja, jika kau tak juga mampu melakukannya, mintalah tolong pada orang lain...” Yoora terhenti berbicara, ia menatap Kai yang begitu merasa bersalah, apa yang ia katakan ini hanyalah bagian kecil dari perasaanya yang terpendam, ia ingin meluapkan semuanya, namun ia tak mampu melanjutkan perkataanya ketika menatap mata kekasihnya itu.

Kai hanya mampu memandangi Yoora yang benar-benar terlihat kesal, ia tahu benar perasaan Yoora saat ini.

Kai : aku tahu aku salah Yoora, aku janji takkan mengulanginya dan membuatmu menungg u seperti tadi.. tuturnya menyesal.

Yoora : Tepati janjimu oppa, dan fokuslah untuk menyetir .. Yoora perlahan mulai tenang walaupun perasaan kesalnya belum sepenuhnya hilang.

Suasana perdebatan sepasang kekasih itu itu tak bertahan lama, karena mobil mereka telah sampai ditempat tujuan, tiba-tiba Kai menarik tangan Yoora ksudut jalan. Apa yang akan kau lakukan, oppa? tanya Yoora dengan wajah datar.Tutuplah matamu sejenak jagiya.. pinta Kai. Walaupun Yoora  masih  sedikit  dingin,  ia  tetap  menuruti  permintaaKekasihnya  itu.  Kai  menggirng  Yoora beberapa langkah. Bukalah matamu jagiya.. Yoora membuka matanya dengan pelan, Ia terkesima dan tercengang seolah tak percaya melihatnya. Beberapa langkah dari tempat Yoora berdiri, terdapat jalan yang dikelilingi lilin yang bekerlap-kerlip, diujung jalan kecil ini terdapat meja yang dihiasi pernak-pernik yang berkilauan bak mutiara. Ini adalah taman tempat ia menghabiskan waktunya untuk menunggu Kai, ia tak percaya dibalik sikap cuek Kai tersimpan sisi romantisnya pula. Kai menggenggam tangan Yoora yang terlihat bahagia, seolah kekesalannya pudar tak berbekas. Mereka berdua menikmati makan malam di taman tempat mereka pertama bertemu, jadian dan merasakan banyak hal. Ditempat itu pula Kai memberikan cincin permata yang begitu indah kepada Yoora, terlihat raut bahagia di wajah Yoora.

Apakah ada tempat lain yang ingin kau datangi Periku? tanya Kai sambil tersenyum manis kepada Yoora.


Ada oppa! jawab Yoora antusias.

Dimana? tanya Kai penasaran. Ketempat karaoke jawabnya semangat. Mwo? Wae? tanya Kai heran.
Aku ingin oppa menyanyikan lagu romantis untukku” jawabnya sambil menatap dalam kai. baiklah..kai

menyetujui  keinginan  Yoora.  Sebenarnya  Kai  tak  terlalu  baik  dalam  menyanyi,  hanya  saja  demi kekasihnya itu ia rela melakukannya.

Mereka menghabiskan malam berdua seolah dunia hanya milik mereka berdua...


Lalu dilanjutkan dengan perjalanan menuju tempat karaoke. Sesampainya disana tak terlihat satupun orang,  mungkin  karena  tempat ini  sudah  tahu  bahwa  akan  datang  sepasang kekasih  yang  tak  mau diganggu oleh siapapun itu. Mereka memesan ruangan yang berada berdampingan dengan dua ruangan lain. Ruangan karaoke tersebut sangatlah nyaman, kedap suara, dan jika menginginkan apapun hanya tinggal menelepon saja. Begitu lengkap seperti sedang berada dalam hotel. Kai tak membuang waktu yang ia miliki, ia langsung memutar lagu untuk kekasih tercintanya itu, ia berdiri dihadapan Yoora yang sedang duduk dalam posisi nyaman sambil memandang Kai tanpa jemu. Kai memulai..

Mianhae mianhae hajima 
Naega chorahahaejijanha
Ppalgan yeppeun ipsullo
Eoseo nareul jugigo g
Naneun gwaenchana... (Taeyang - Eyes, nose, lips)

Kai sukses menyanyikannya. Yoora tampak terharu dan terbawa suasana. Gadis polos itu tak mampu berkata dan hanya bisa menatap bahagia melihat Kai, ia tak akan pernah melepaskan Kai, terkecuali untuk satu hal, ia bisa melakukan hal itu hanya untuk satu alasan agar kekasihnya bahagia. Dan sekarang adalah waktu untuk Yoora mempersembahkan lagu buat kekasih pujaannya itu. Yoora mendendangkan lagu milik sistar give it to me dengan gerakan yang unik, lucu, dan sedikit aneh, haha begitulah Yoora. Kai hanya tertawa melihat Yoora yang begitu cerianya menyanyi. Setelah dipertengahan lagu yang sedang dinyanyikan Yoora, Kai terlihat mengambil handphone dan sedang menulis sesuatu. Beberapa menit kemudian salah satu pegawai datang mengantar minuman. Sementara Yoora sedang asyik bernyanyi, tak ada satupun dari mereka berdua yang sadar kalau Kai telah menghabiskan sebotol soju yang dipesan sendiri olehnya. Tiba-tiba Yoora menghentikan nyanyiannya, ia menahan Kai agar tidak menghabiskan sebotol soju lagi.

Kai, berhentilah. Kau sudah menghabiskan sebotol soju!pinta Yoora yang memegang bahu Kai.


Aniyo, chagiya. Aku tidak mabuk. Suara kamu begitu indah tadi, terimakasih kau sudah mau bernyanyi untukku. Maafkan aku juga aku sudah membuatmu gelisah. Dengan nada setengah sadar. Walaupun Kai mencoba untuk meyakinkan Yoora bahwa ia tak mabuk, tetapi dilihat sekilas saja Kai benar-benar sedang mabuk.

Ne oppa... aku sudah tak mengingat semua itu. Terimakasih juga kau sudah mau menyanyikan lagu romantis untukku.. dan berhentilah untuk minum kata Yoora sambil menatap Kai dalam-dalam.

Mata mereka berdua saling bertemu, saling memandang, dan mengungkapkan perasaan mere ka yang lewat mata. Lama mereka saling bertatap, Kai mendekatkan wajahnya ke wajah Yoora yansukses membuatnya kaku dan beku, perlahan wajah Kai semakin mendekat ke wajah Yoora, Yoora menutup matanyperlahan pertanda  ia  tahu  apa  yang  akan  dilakukan kai  dan  ia  siap  untuk  itu.  Namja  itu menyentuh kepala Yoora, ia menyatukan bibirnya ke bibir Yoora, gadis yang telah cinta mati kepada namja yang sedang menciumnya ini hanya terdiam, barulah beberapa detik kemudian gadis itu membalasnya apa yang dilakukan kekasihnya itu padanya, Kai terlihat semakin panas ia terus mencium Yoora dengan sensasi yang kian meningkat, suasana kai sungguh semakin panas ia tak menyadari ia

telah menggerayangi beberapa bagian tubuh sensitif milik gadisnya itu seolah ingin melakukan adegan yang diluar batas , Yoora bangun dan mendorong tubuh Kai sontak Yoora langsung menamparnya.

Apa yang hendak kau lakukan oppa? Kau hendak melakukan itu padaku? Aku tak percaya kau hampir melakukan ini padaku, apa kau tahu akibatnya jika kita meneruskannya. Oppa? Kau benar -benar diluar batas! Nappeun namja shikkeuya!! Yoora menghardik Kai denga n pipi yang basah dengan air mata, lalu pergi berlari meninggalkan tempat karaoke itu.

Yoora POV


Aku tak menyangka adegan itu akan sampai disitu. Bagaimana mungkin kai tega mau menodai kesucianku. Aku akan bersabar dan memaafkan kesalahannya sekalipun yang diperbuatnya sungguh menyiksa diriku, tetapi aku tak akan pernah memaafkan orang yang menodai kesucianku tanpa seijinku. Mengapa kai? Mengapa kau lakukan ini padaku.....

Yoora POV end

Author POV

Yoora berlari meninggalkan tempat kai berada. Kai hanya terdiam dan mencoba menyadarkan dirinya, ia mencoba menjawab pertanyaan mengapa ia melakukan ini, Yoora adalah wanita baik -baik, wanita yang sungguh penyabar dan juga pandai memaafkan, tapi ia masih tidak mengerti mengapa ia melakukan ini pada wanitanya itu. kemudian, Ia terhenyak dan matanya langsung tertuju  pada botol soju yang telah ia habiskan itu, kai mengambil dan melemparkannya, ia menghempaskan botol soju yang telah menodai kesucian cintanya itu kedinding, Yoora pasti tak akan memaafkannya” pikirnya dengan raut penuh sejuta penyesalan. Namun kai tak akan membiarkan itu, ia berlari mengejar Yoora, namun sosok Yoora tak ditemuinya, ia berlari, berlari dan terus berlari tanpa tujuan, yang ada dalam pikirannya hanya harus menemukan Yoora, kai berkeliling mengunjungi taman yang masih terhias bekas dinner mereka beberapa jam yang lalu, namun tak ada siapapun disana. Kai pergi mencari Yoora dirumahnya, namun rumahnya sangat  sepi  seperti  tak  ada  satupun  makhluk  bernyawa  disitu.  Malam  hampir  berakhir,  jam  telah

menunjukkan pukul 03.00 pagi tetapi ia tak mampu untuk menemukan kekasihnya itu, Kai putus asa, Yoora menghilang tanpa jejak.

Flashback

Beberapa jam sesudah adegan yang membawa petaka itu.


Seorang gadis terlihat sedang lari terbirit-birit seperti seseorang sedang mengejarnya, matanya sembab seperti dua hari menangis tanpa henti, malam ini jalanan tak begitu padat, namun ada beberapa mobil yang terus melintas, gadis itu berjalan dengan tubuh yang agak goyah, ia mengambil handphonenya dalam  keadaaberlari  terbirit-birit  ia  hendak  menelpon  seseorang,  tragis  sebelum  ia  melakukan itu sebuah mobil melaju dari arah yang berlawanan, gadis itu terhempas dan tergeletak tak berdaya diatas puing-puing kaca mobil. Pemilik mobil itu terlihat shock, dan langsung menelepon ambulans lalu mengantarkan gadis itu ke rumah sakit.

Flashback OFF

Ttttt.... ttt....... Yobseyo?
ne.. yobseyo... kau sedang dimana yoora, aku mencarimu..


maaf ini bukan Yoora, ini dari rumah sakit seoul. Kami ingin memberitahukan bahwa saudari Yoora mengalami kecelakaan...

Namja yang memiliki lesung pipit yang indah itu terlihat shock. Ia melepaskan handphone dari genggamannya. Tak butuh waktu lama, ia menyalakan mobil dan bergegas ke rumah sakit.

Sesampainya disana, ia melihat yeoja kesayangannya itu terbaring tak sadarkan diri, ia mencoba mendekat, namja itu tak percaya yeoja yang disayanginya terbujur tak berdaya. Baru beberapa jam yang lalu yeoja ini begitu ceria dengan tawanya yang khas yang menjadi ramuan penambah semangatnya untuk hidup ini mengiriminya pesan bahwa ia sedang kencan dengan kekasihnya, tetapi apa yang terjadi

sekarang, siapa yang dilihatnya ini? Ia terus memandangi yeoja ini dengan air mata yang jatuh tanpa sepengatahuannya. Dan pada saat itu datanglah seorang dokter yang menanyakan apakah namja itu walinya, setelah ia mengiyakan perawat meminta ia menemui dokter diruangannya karena ada yang ingin disampaikan oleh dokter padanya.

Namja itu menemui dokter diruangannya, dokter sedang duduk sambil melihat sesuatu seperti hasil rontgen,

Apakah kau wali dari nona Kim Yoora? tanya dokter itu. iya dok saya walinya. Jawab Suho.
Ini hasil rontgen dari saudari Kim Yoora, tak ada yang parah disekitar kepala atau badannya. Tapi sayang sekali, ada kelainan di syaraf matanya, yang membuat ia tidak bisa melihat lagi. Kata dokter dengan penuh penjelasan.

aa....paa... dok? Yoora buta dok? tanya Suho tak percaya.


Iya saudari Yoora kehilangan penglihatannya. Tutur dokter itu meyakinkan Suho. Suho terhenyak, ia terdiam dan tak percaya.
Saudara Suho... dokter itu mencoba menyadarkannya. Apakah ia bisa melihat lagi dok?
Bisa dengan jalan operasi, tapi kita harus menunggu donor sedikit lebih lama, karena bank donor mata sedang dalam kesulitan mencari pendonor sekarang.

Baiklah.. terimakasih atas pemberitahuannya dok


Suho berjalan keluar dengan perasaan yang begitu  gelisah dan bercampur aduk, ia takkan mampu melihat Yoora terbangun tanpa penglihatannya. Yoora pasti tak akan menerima kenyataan ini. Suho berjalan menuju ruangan Yoora, ia duduk disamping yeoja itu, ia terus memandanginya dan membelai rambut yeoja itu. Tangan Yoora bergerak, sepertinya ia akan segera sadar Suho bergegas menekan

tombol disamping kirinya, untuk memanggil dokter. Dokter bergegas memeriksa keadaan Yoora, Yoora terus memanggil nama Kai, ia seolah belum menyadari apa yang barusan terjadi padanya.

Yoora-ya ini aku, Suho ia memanggil Yoora dengan mata berkaca-kaca.


Oppa... aku dimana? Aku tak bisa melihat kau oppa? Mengapa begitu gelap disini oppa?


Yoora-ya, oppa disampingmu. Kau jangan takut ya, aku tak akan pernah meninggalkanmu. Tutur suho dengan penuh kesedihan.

Oppa apa yang terjadi padaku? lagi, Yoora masih tak mengerti apa yang tekah menimpanya. Yoora-ya...”
Oppa, apa mengapa aku tidak bisa melihat? Oppa disini begitu gelap aku takut oppa..” dengan nada ketakutan.

Suho menggenggam tangan Yoora erat-erat. Oppa....”
Yoora-ya bersabarlah sedikit lebih lama, aku akan mencari pendonor mata untukmu.Oppa... jangan bilang aku buta oppa? tanya Yoora dengan wajah kebingungan.
Suho tak menjawab. Yoora semakin melunjak. Ia berteriak tak percaya ia telah kehilangan matanya. Suho mencoba menenangkannya dengan matanya, tetapi Yoora terus memaki dirinya sendiri, membuat suho semakin sedih melihatnya, air mata Suho jatuh sama seperti air   mata Yoora yang kian mengalir membasahi hatinya yang berduka. Betapa nestapanya ia, telah kehilangan kekasih yang sangat dicintainya, dan kehilangan kesempatan memandangi matahari yang cerah dipagi hari. Hanya kegelapan yang menyelimutinya, dibalik jendela kamar rumah sakit ia terduduk diam seperti manusia tanpa raga. Suho begitu terpukul melihat keadaan Yoora yang tak melakukan apa-apa. Ia yang dulunya ceria, banyak  mengundang tawa  untuk  namja  yang  setia  menemaninya itu,  se karang  Yoora  yang  dulu  itu

seperti hilang tanpa bekas. Hanya tubuhnya yang berada disini, tetapi raganya menghilang seperti hilangnya penglihatannya.

Sementara itu seorang laki-laki yang kehilangan wanitanya karena kesalahannya, juga sedang melamun disebuah taman. Kai benar-benar putus asa dan tak mampu menemukan kekasih tercintanya itu. Kai terus menghardik dirinya sendiri karena melakukan hal keji itu, tapi sungguh jauh dilubuk hatinya yang paling dalam tak ada secuilpun niat untuk melakukan itu apalagi pada kekasihnya. Kai benar-benar terlihat begitu menyedihkan.

Kai pun bangun dari duduknya, dan ketika ia hendak berjalan pulang kerumah ia bertemu dengan Suho, dan langsung menghampiri Suho yang sedang membawa obat yang dibungkus dengan plastik.

Suho. Kau tahu dimana Yoora kan? Ku mohon beritahukan aku dimana ia berada. Ku mohon suho kau pasti tahu tempatnya berada kan?

Suho kaget dan memandang tajam ke wajah Kai.


Kau tak usah mencarinya. Karena kau hidupnya begitu menderita sekarang. Kata suho dengan mengecam kai.

Apa maksudmu? Dimana dia berada sekarang? Dia baik-baik saja kan? kai terus mendesak Suho.


Aku sudah katakan tak perlu kau mencarinya lagi, kau sudah banyak membuat dia menderita, tersiksa, dan sekarang hidupnya sudah tak berarti lagi. laki-laki berengsek sepertimu itu tidak pantas bersamanya. Suho menjatuhkan kantong plastic yang dipegangnya, dan menarik kerah baju kai dengan emosi yang tak terkontrol. Walaupun begitu dia tidak   lupa bahwa ia sudah berjanji pada Yoora untuk tak memberitahukan siapapun tentang kondisi sahabat yang sangat di cintainya itu. Kai tertunduk lemas, apa yang didengarnya begitu menghujam batinnya.  Apakah Yoora sedang sakit ? tapi sakit apa ?. Perasaan bersalahnya memuncak menjadi berlipat-lipat lebih banyak dari sebelumnya, ia begitu shock dengan apa yang barusan dikatakan Suho. Ia hanya terdiam tanpa sepatah katapun mampu membalas hardikan Suho, bukan karena ia kehabisan kata-kata, tetapi karena yang dikatakan Suho semuanya

benar, dia hampir saja menodai kesucian kekasihnya itu. tak ada yang salah dari apa yang dikatakan laki- laki berkulit putih itu.

Suho meninggalkan Kai yang berdiri kaku menahan perasaanya yang bergejolak, dan setelah beberapa langkah suho menjauh, Kai mengikuti Suho, ia berharap dapat bertemu dengan yeoja yang malang itu.

Akhirnya Suho sampai di rumah sakit, tanpa sepengetahuannya Kai mengikutinya dibelakang. Ketika Suho keluar dari ruangan itu Kai kemudian masuk kedalam ruangan tersebut, dihadapannya ada Yoora yang sangat dicintainya sedang terbaring lemah.kai hanya bisa tertunduk sedih melihat yeojanya seperti itu.

Oppa ? apakah itu kau ? tanya yoora dengan suara lemah


Hmm.. Oppa bisakah kah kau mengambilkan ku air ? tanyanya lagi


Karena tak ada jawaban yeoja itupun berdiri dan mengambil tongkat kecil di  sampingnya kemudian berjalan mengambil airnya sendiri. Kai hanya terdiam tak mampu berkata apa-apa dia sangat shock dengan apa yang dilihatnya sekarang ini. Bagaimana ini bisa terjadi ? sebenarnya apa yang telah dialami Yoora sehingga dia seperti ini . benar kata suho, dia adalah pria yang  berengsek, apa yang telah dia lakukan ? dia hampir saja menodai yoora dan sekarang dia telah merenggut penglihatannya, kai teringat perkataan suho tadi . sekarang dia baru menyadari  apa yang sebenarnya telah dia renggut dari yeoja itu.

Maafkan aku yoora~ah aku memang tidak pantas bertemu denganmu katanya lirih sambil keluar dari ruangan itu, dia benar-benar tidak pantas berada di tempat itu.

Saat akan memasuki ruangan, suho menyadari ada seseorang yang berada didalamnya. Di dapatinya kai baru saja keluar dari ruangan itu . kai hanya tertunduk dengan mata berkaca-kaca saat melewati suho yang menatapnya dengan tajam

Apa yang kau lakukan disini? Ucap suho dengan wajah kesal. Kai tak sanggup menjawabnya dia terdiam tak mampu bersuara. Tidak, dia memang tak pantas menjawab apapun.

aku tak percaya kau mampu menunjukkan dirimu padanya setelah kejadian itu ! Kau sudah melihatnya ha ? itu semua karena kau, Karena laki-laki brengsek seperti kau ! ia kehilangan kesempatan untuk memandangi indahnya dunia, karena kau ia kehilangan penglihatannya. Salah satu bagian yang terindah dari dirinya, musnah karena laki-laki biadab sepertimu bentak suho dengan nada emosi.

Yeoja yang sedang terbaring itu, bangun dari lamunannya, ia mendengar keributan diluar dan ia tahu benar pasti  disitu ada Kai. Ia  berjalan menuruni ranjang tidurnya, dengan bantuan tongkat kecil ia berjalan menuju pintu, dia mendengarnya, dia mendengar semua yang dikatakan suho pada kai. Biasanya dia akan marah jika suho menjelek- jelekan kai di hadapannya tapi kali ini tidak. Kata-kata yang dikeluarkan suho memang menyakitkan tapi dia sepenuhnya tidak salah, Karena kai me mang pantas menerimanya. Dia memandang cincin yang sampai sekarang masih berada di jari manisnya entah kenapa dia masih tak rela untuk melepaskannya . akhirnya cincin itu keluar dari jari pemiliknya ya, Yoora melepaskannya dia kemudian menuju kearah pintu dia meraih tangan suho dan memberikan cincin itu padanya Oppa .. bisakah kau berikan ini pada kai ucap yeoja itu dengan mulut gemetar dia hanya bisa menggigit bibirnya menahan airmatanya yang hampir tak bisa dibendungnya lagi saat suho memberikan cincin itu pada kai.

Yoora mengembalikan ini padamu, kurasa kau sudah mengerti artinya . pergilah dari sini kai ! aku tak ingin yoora semakin menderita karena keberadaanmu disini ! .

Kai mengangkat wajahnya , ia memandang Suho seolah ingin meminta sesuatu.


Suho, aku sangat mempercayaimu. Dan aku tahu Yoora juga sangat mempercayaimu. Dan katakana padanya aku sangat menyesal dengan apa yang telah aku lakukan aku tahu aku memang tak pantas meminta maaf padanya tapi Aku mohon bisakah   kau membantuku untuk yang terakhir kali. Kumohon jaga Yoora untukku. Kata kai dengan memegang bahu Suho.

Apa maksudmu Kai, tanpa kau suruh pun aku akan menjaganya. Tutur suho dengan menatap Kai. Kai beranjak pergi meninggalkan mereka berdua.

Melihat kai pergi dengan cara seperti itu akhirnya air mata yang selama ini bisa di tahannya akhirnya tumpah. Dia tidak ingin kai berada disini dan melihat keadaannya yang sangat menyedihkan ini, tapi tak bisa di pungkiri hatinya masih sangat mencintai kai, namja yang telah membuatnya menjadi seperti ini. Sangat menyedihkan.

Maafkan aku Oppa… aku tidak bisa memaafkanmu “ ucapnya penuh isak. Suho mencoba meredakan emosinya yang meledak-ledak tadi dia masuk ke dalam dan melihat yoora yang yang sedang menangis dengan mata yang sembab. Diraihnya bahu yeoja itu dan memeluknya membiarkan yeoja itu menangis di bahunya. Posisi itu bertahan cukup lama sampai yeoja itu berhenti menangis.

Kau tak boleh menangisi nya lagi, berjanjilah padaku kau tidak akan menangisinya lagi !” “ hmm angguknya pelan
lebih baik kau istirahat ini sudah malam, tidak baik untuk kesehatanmu


Jam sudah menunjukk an pukul 22:45 suho mendapat telepon dari seseorang


Baiklah saya akan segera ke sana “ jawabnya pada orang di telepon itu.

~SKIP~


Akhirnya  wajah  murung  yang  selamini  terlihat  di  wajah  yoora  berganti  dengan  wajah  bahagia, bagaimana tidak akhirnya dia mendapatkan donor mata. Akhirnya dia akan   bisa melihat lagi, melihat indahnya dunia, melihat wajah suho namja yang selama ini selalu berada disampingnya dan melihat seseorang yang keberadaanya entah dimana.

One week later..


Hari ini semua orang kelihatan tegang memperhatikan sesuatu. Betapa tidak operasi yeoja cantik itu akan segera diketahui hasilnya. Perawat dan dokter juga perlahan membuka lilitan kain bekas operasi dari mata Yoora, suho sangat khawatir dan gelisah menantikan hasilnya. Kain yg membalut mata Yoora terlepas, sekarang waktunya Yoora membuka matanya. Perlahan ia membuka matanya, namun ia masih

belum  bisa  melihat  apa-apa. Namun,  setelah  semenit  berlalu,  ia  meloncat  dan memeluk Suho  yang berada disampingnya. Benar, operasinya berhasil. Semua orang terlihat begitu bahagia. namun dibalik tawa Yoora, dia mencoba mencari keberadaan seseorang yang hampir sebulan tak dilihatnya itu tapi matanya tak melihat namja yang sebelum kejadian itu selalu memberikannya kebahagian itu di mana pun.





Aku tahu aku yang mengusirmu, tapi apkah ini tidak keterlaluan hampir sebulan kau tidak menemuiku atau mengabariku. Apa hanya sebatas ini cinta yang kau miliki. Kau jahat kai ! tangis yeoja itu kembali tumpah terbesit keraguan akan cinta kai yang tak benar-benar mencintainya.

kau menangis lagi ? kata suho yang tiba-tiba muncul entah dari mana.


hm..kurasa aku tidak sengaja kembali memikirkannya oppa… mianhae. Ucap yeoja itu gugup


Aku tidak akan melarangmu untuk memikirkannya lagi ucap suho lembut


Anni..aku tidak mau memikirkannya lagi, bahkan mengingat namanya aku tidak mau . aku harap aku tidak akan pernah bertemu dengan dia lagi jawab yeoja itu ketus.

kuharap kau tidak menyesal dengan apa yang telah kau katakan gumam suho pelan.


“  aku ingin memberikan sesuatu padamu yoora~ah.. kuharap kau mau menerimanya” ucapnya sambil mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya pada yeoja itu.

ini ? kenapa kau mengembalikannya padaku ? aku tidak mau menerimanya.. aku tida k mau menerima apapun darinya lagi”.

Kenapa bukan dia sendiri saja yang memberikannya padaku. Apa dia benar-benar tidak mau bertemu dengan ku lagi tanya yeoja itu penuh isak

Song Recommendation : KISS ~Because Im a Girl


aku memang tidak punya hak ikut campur urusan kalian.. tapi tidak bisakah kau menyimpan cincin ini sekali saja. Pikirkanlah baik-baik . jawabnya sedikit tegas lalu pergi

Yeoja itu menatap cincin itu lekat-lekat, tiba-tiba kenangan itu muncul. kenangan indah yang terukir bersama kekasih tercintanya. Butir-butir bening jatuh dari pelupuk matanya, yeoja itu menangis lagi, tapi kali ini dia menangis sejadi-jadinya bahkan matanya menjadi sangat sembab seperti habis di pukul.

Ini  sudah  lewat  beberapa  hari  tapi  tak  menunjukkan  tanda-tanda  bahwa  yeoja  itu  akan  berhenti menangis Kenanga itu   selalu   saja   membayang nya Bahka suh yan selama   in berhasil membujuknya kali ini hanya menatap yeoja itu dengan sendu. Hatinya sakit melihat yeoja itu seperti ini

Yoora kumohon jangan seperti ini, sampai kapan kau akan menangis terus seperti ini ? ucap namja itu penuh iba

Oppa, entah mengapa dimataku terus terputar kenanganku bersama Kai. Aku merindukannya oppa. ” Tuturnya sesengukkan.

Suho hanya diam membisu, mendengar ucapan dari Yoora.


Oppa... sekali saja, bisakah kau pertemukan aku dengan kai oppa...Suho masih diam seolah tak mendengar apa yang dikatakan yeoja itu.
Oppa... ku mohon aku ingin bertemu kai,aku ingin menanyakan kenapa dia tidak mau menemui ku, jika

dia tidak mencintaiku lagi maka aku tidak akan memaksanya ...” Suho akhirnya setuju, ia akan membawa Yoora menemui Kai.
Mereka bergegas menemui Kai, Yoora tak  sabar melihat wajah kai, wajah  dengan senyuman selalu

membuatnya memaafkan namja itu berulang kali , beberapa menit kemudian mereka sampai ditempat tujuan.

Namun, Yoora kaget melihat dimana ia sedang berada, Suho memegang tangannya dan membawanya menemui Kai. Yoora terus menerus bertanya mengapa Suho membawanya ketempat ini.

Oppa... untuk apa kita kemari ? apa kau ingin bertemu seseorang disini .. ? “ “ kita akan bertemu kai disini jawabnya pelan

Yeoja itu memandang sekeliling tempat ini tapi dia tak melihat Kai di manapun tempat ini sangat sepi. “ Oppa.. apa kau tidak salah ? aku tidak melihat kai oppa di manapun Tanya yeoja itu lagi
Namun suho hanya diam, dan fokus melihat sesuatu.


Oppa.. berhenti.. aku takut oppa.. ini bukan tempat Kai, mengapa kau membawaku kesini? Teriak

Yoora dengan nada ketakutan.


Disini, Yoora... ini tempat kai sambil menunjuk ke gumbukan tanah dan batu nisan yang tertulis nama

KAI

kau jangan bercanda oppa.. ini bukan kai kan ? sebenarnya dia dimana ? apa dia akan memberikanku kejutan ? iya kan ? Tanya nya lagi dengan nada tak percaya

suho kembali diam tak merespon seperti menegaskan bahwa ini adalah keadaan yang sebenarnya dialihkan  pandangannya  ke  langit  dia  sendiri  tidak  percaya  dia  akan  terlibat  kisah  cinta  yang menyedihkan seperti ini.

Diamnya suho membuat yoora semakin frustasi kenapa hal seperti ini bisa terjadi padanya, kenapa harus dia yang mengalaminya.

Tidak mungkin oppa! Kai tidak mungkin... Yoora jatuh lemas ketanah, suho memegangi bahunya. Ia terdiam dan tak percaya melihat apa yang ada didepannya.

Yoora-ya, mata yang ada didalam dirimu itu adalah mata milik Kai, ia memberikan ini sebagai hadiah dan permintaan maaf untukmu.

Flashback On


Suho mendapat telepon dari seseorang, ia beranjak keluar dari ruangan untuk menerima telepon. Permisi. Apa ini saudara Suho?
Iya, ini saya. Ada apa?

Saya ingin memberitahukan bahwa saudara Kai mengalami kecelakaan” “ Baiklah saya akan segera kesena jawabnya setengah tak percaya
Ia membutuhkan waktu yang lama mencerna apa yang barusan diberitahukan padanya. Ia sekilas memandang Yoora yang hanya berdiam diri diatas ranjang tidurnya. Bergegas setelah ia sadar apa yang terjadi, ia menuju tempat Kai kecelakaan. Ia melihat orang-orang sedang berkerumun, ia melihat lebih dekat dan memastikan keraguannya, itu ternyata benar-benar kai. Wajahnya yang tampan berlumuran darah, kulitnya menjadi pucat, dan suaranya hampir tak terdengar, orang -orang hendak membawanya ke rumah sakit tetapi Kai memohon agar mereka tidak melakukan itu. Suho bersimpuh didepan tubuh yang terbujur kaku itu, ia menahan air mata melihat namja yang selalu dipanggilnya brengsek itu tak berdaya dengan tubuh yang kian lemah. Kai mengambil tangan Suho dan memberikannya sebuah c incin permata. "Suho-ya, ku mohon berikan ini pada Yoora dan sampaikan maafku dan salam cintaku untuknya. Dan tolong berikan kedua mataku untuknya sebagai hadiah dan permintaan maaf untukku, maafkan aku suho telah banyak merepotkanmu. Kata kai dengan terbata-bata.

Ani. Kau harus hidup. Kau harus memberikan sendiri cincin ini padanya, namja babo. Jawab suho dengan berlinang air mata.

Kumohon S..u...h...o...”, itu kata terakhir yang diucapkan Kai untuk Suho. Setelah itu, namja yang selalu membuat Yoora menunggu itu, menghembuskan nafas terakhirnya. Terputuslah cinta keduanya. Tak akan ada lagi canda tawa diantara keduanya. Jarak yang membentang mereka terlalu jauh untuk dijangkau.

Flashback off


Yeoja itu terlihat sangat terpukul ternyata dugaannya selama i ni salah besar. Dia adalah wanita bodoh yang telah membiarkan laki-laki seperti kai pergi darinya hanya karena kesalahan yang bahkan kai tidak sengaja melakukannya. Kai sangat mencintainya bahkan ia rela memberikan matanya untuk yeoja itu . tapi yoora malah meragukan ketulusan namja itu. Dia benar-benar wanita yang bodoh.

Oppa, ini tidak mungkin. Dia kekasihku oppa, dia sudah berjanji tidak akan meninggalkanku, aku tak mampu kehilangannya oppa. Kai.... namja babo mengapa tega kau meninggalkanku seperti in i? Saat kau membuatku menunggu lama aku masih bisa dan selalu memaafkanmu tapi sekarang aku benar-benar tidak bisa  memaafkanmu oppa kenapa  kau  lakukan  ini  padaku  lebih  baik  aku  kehilangan  penglihatanku daripada harus kehilanganmu.., kembalilah padaku sekarang. Aku janji tak akan marah padamu lagi, aku janji kai.. kalau seperti inbagaimana aku bisa hidupkumohon kembalilah padaku..!. Teriak Yoora dengan terus meronta dan menangis. Suho tak mampu menahan air matanya lagi, betapa malangnya yeoja kesayangannya ini.

Suho POV


aku janji akan menjagamu Yoora, aku janji. Dan untuk kau Kai aku akan menepati janjiku padamu, meskipun aku tidak bisa mengantikan posisimu tapi aku akan menyayanginya dengan sepenuh hatiku. Aku akan menjaganya dengan sekuat jiwa dan ragaku. Aku akan membahagiakannya untukmu, kai.





About Me

I'm from Buol, Sulteng. I'm a woman who is fighting for the future. A student of public health. Who Loved Islam, family, community, justice, education, literature and art. love the world.
Follow me on Instagram : @selvi.aahmad On Twitter : @selvie97 FB : Selvie Ahmad

Twitter

Follow me @Selvie97

Facebook

FB : Selvie Ahmad

Total Tayangan Halaman