Selasa, 07 Maret 2023

Saat orang lain belajar dari kegagalan, aku belajar dari keberhasilan..

Suatu waktu, setelah pergulatan panjang dan berdarah-darah ketika mengikuti ujian seleksi cpns.. aku sambil menangis depan kawan seperjuangan, bergumam tanpa sadar, dan dengan perasaan campur aduk, sedih, cemas, putus asa, sedikit harapan tersisa aku berkata didepannya, "Saya tidak terbiasa gagal, ded. Saya tidak pernah merasa gagal". Kataku dengan mata berkaca-kaca dan pandangan kosong menyapu jalanan kota Palu. Ia yang sibuk dengan dunianya yang sama denganku, juga membagi fokus dengan menyetir mobil mencoba menenangkan. "Sudah pi, belum rejekinya kita."

Saya sangat paham dengan konsep rejeki, tetapi kegagalan ini adalah sesuatu yang upaya ku didalamnya berturut campur. Bukan hanya upayaku, upaya orantua dan saudara-saudaraku. Aku merasa turut bertanggung jawab penuh. Sebagai orang yang hidup dengan target-target aku tidak terbiasa dengan ini. Aku jarang menetapkan banyak target dalam hidup, satu atau dua hal saja merupakan prioritas. Tapi ketika aku menetapkan prioritas tersebut, harapanku tak ada kata gagal didalamnya, karena upayaku maksimal.

Alhamdulillah, kini pola pikirku mulai berubah dan keberhasilan itu telah menampakkan pula wajahnya. Benar adanya bahwa konsep rejeki itu unik, dan Tuhan Maha Adil untuk semuanya. Kegagalan dan keberhasilan bukanlah hal yang dapat menjadi standar seseorang menjadi manusia, kabar baiknya Tuhan hanya melihat prosesnya. Keberhasilan-keberhasilan yang ku capai selama ini, bukan semata-mata karena hebatnya diri menjadi seorang manusia, tapi hebatnya diri menjadi seorang hamba. Bukan usahaku yang keras, tapi do'aku yang mengalir deras.

Aku mulai mengingat-ngingat lagi, benar rupanya. Pada setiap langkahku, aku melibatkan Allah didalamnya, proses tersebut saja telah menjadi bukti bahwa aku tidak percaya diri tanpa-Nya. Suamiku pernah berkata, "Dek. saya itu lihat kalau ade berdo'a khusyuu sekali". Disitu aku sadar, ya Allah ternyata selama ini Engkaulah yang mendengarkan setiap do'a-do'a ku. Do'a yang kubiasa rapalkan dalam hati sembari menutup mata dan meyakinkan diri bahwa Engkau Maha Mendengar, dengan sedikit mengiba karena malu meminta sedang banyak dosa, tetapi yakin dan percaya Engkau Sang Pengasih itu ya Rabb.


Untuk semua hal yang tercapai, dan semua hal yang belum terlaksana. Insyaa Allah akan ada waktunya.


 

About Me

I'm from Buol, Sulteng. I'm a woman who is fighting for the future. A student of public health. Who Loved Islam, family, community, justice, education, literature and art. love the world.
Follow me on Instagram : @selvi.aahmad On Twitter : @selvie97 FB : Selvie Ahmad

Twitter

Follow me @Selvie97

Facebook

FB : Selvie Ahmad

Total Tayangan Halaman